PT Agung Podomoro Land, Tbk (Parkland Podomoro)
Jakarta, Jurnas.com - Sepanjang tahun 2025, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatatkan kinerja operasional yang relatif solid di tengah tekanan ekonomi global dan domestik.
Perseroan membukukan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp3,57 triliun, mencerminkan keberlanjutan kontribusi dari proyek properti serta portofolio aset komersial yang dikelola.
Corporate Secretary APLN, Justini Omas, menilai capaian tersebut menunjukkan daya tahan model bisnis perusahaan yang bertumpu pada kombinasi pengembangan properti dan pengelolaan aset dengan pendapatan berulang.
“Kami terus mengoptimalkan setiap aset agar dapat menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Beberapa proyek properti juga mengalami peningkatan nilai yang luar biasa, sehingga menguntungkan perusahaan,” jelas Justini Omas.
Dari sisi penjualan, APLN mencatatkan pengakuan penjualan sebesar Rp2,21 triliun sepanjang 2025. Segmen rumah tinggal menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp1,06 triliun.
Sementara itu, penjualan apartemen mencapai Rp588,18 miliar, penjualan tanah sebesar Rp247,18 miliar, serta rumah toko (ruko) sebesar Rp243,49 miliar.
Di luar penjualan properti, APLN juga memperkuat struktur pendapatan melalui recurring income yang mencapai Rp1,36 triliun. Pendapatan ini berasal dari lini bisnis hotel, penyewaan pusat perbelanjaan, serta sumber pendapatan lainnya. Perseroan saat ini mengoperasikan sejumlah hotel dan pusat perbelanjaan di berbagai kota besar, yang menjadi penopang stabilitas arus kas jangka panjang.
Namun demikian, laba kotor APLN tercatat sebesar Rp1,47 triliun, menurun dibandingkan Rp2,44 triliun pada 2024. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh adanya transaksi penjualan aset hotel Pullman Ciawi Vimala Hills Resort Spa & Convention pada tahun sebelumnya, yang tidak berulang di 2025.
Dari sisi pemasaran, nilai marketing sales Perseroan tercatat sebesar Rp1,41 triliun, yang berasal dari berbagai proyek unggulan di sejumlah kota di Indonesia. Capaian ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk properti APLN, khususnya di segmen tertentu, masih terjaga.
Ke depan, APLN berkomitmen memperkuat strategi pengembangan proyek yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar, dengan fokus pada hunian dan kawasan terpadu yang memberikan nilai tambah.
“Kami melihat kebutuhan terhadap hunian di kelompok menengah masih tetap tinggi. Oleh karena itu, Perseroan akan terus beradaptasi dengan kebutuhan konsumen dan memastikan setiap proyek properti APLN mampu memberikan nilai yang terus meningkat,” tutup Justini.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Agung Podomoro Land Justini Omas Pendapatan 2025


























