Ilustrasi - pemerintah Jepang resmi memberikan subsidi BBM untuk warganya karena konflik Timur Tengah yang belum selesai (Foto: Marek Studzinski/Unsplash)
Tokyo, Jurnas.com - Pemerintah Jepang resmi mengaktifkan kembali skema subsidi bahan bakar mulai Kamis guna meredam lonjakan harga komoditas energi akibat memanasnya ketegangan di kawasan Teluk Persia.
Kebijakan ini diambil setelah harga minyak mentah dunia melambung pasca-serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang terjadi akhir Februari lalu.
Subsidi sebesar 30,2 yen (sekitar Rp3.124) per liter dialokasikan untuk BBM jenis reguler hingga Rabu mendatang. Langkah strategis ini bertujuan menjaga agar harga eceran nasional tetap stabil di kisaran 170 yen per liter.
Selain untuk kendaraan pribadi, bantuan pemerintah ini juga menyasar sektor industri vital seperti diesel dan minyak berat guna meringankan beban operasional di sektor pertanian, perhutanan, hingga perikanan.
Besaran nilai subsidi ini tidak bersifat permanen, melainkan akan disesuaikan setiap pekan mengikuti fluktuasi harga minyak mentah global.
Lonjakan harga BBM di Jepang sendiri sempat menyentuh rekor 190,8 yen per liter pada Senin (16/3), dan diprediksi bisa menembus angka 200,2 yen pada pekan depan jika tanpa intervensi pemerintah.
Meski demikian, Kementerian Ekonomi Jepang memberikan catatan bahwa penurunan harga di tingkat konsumen mungkin tidak terjadi secara serentak.
Hal ini disebabkan oleh perbedaan sisa stok BBM lama di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Hingga saat ini, otoritas Tokyo belum memberikan kepastian mengenai batas waktu berakhirnya program subsidi darurat ini. (Kyodo-OANA)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pemerintah Jepang Subsidi BBM Konflik Timteng Perang Timur Tengah Amerika vs Iran
























