Kamis, 19/03/2026 01:16 WIB

Intelijen AS Bantah Klaim Trump Soal Iran Bikin Senjata Nuklir





Intelijen Amerika Serikat (AS) menyimpulkan bahwa Iran tidak sedang membangun kembali fasilitas pengayaan nuklir, yang hancur dalam serangan gabungan

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: AP)

Washington, Jurnas.com - Intelijen Amerika Serikat (AS) menyimpulkan bahwa Iran tidak sedang membangun kembali fasilitas pengayaan nuklir, yang hancur dalam serangan gabungan bersama Israel pada Juni 2025 silam.

Pernyataan ini bertentangan dengan klaim Presiden AS, Donald Trump, yang menjadikan senjata nuklir sebagai alasan untuk menyerang Teheran pada awal Maret lalu.

Direktur Intelijen Nasional AS, Tulsi Gabbard, menyampaikan kesimpulan tersebut dalam kesaksian tertulis sebagai bagian dari penilaian ancaman tahunan, tetapi tidak mengulangi temuan tersebut ketika berbicara kepada para senator.

"Sebagai hasil dari Operasi Midnight Hammer, program pengayaan nuklir Iran hancur. Sejak saat itu, tidak ada upaya untuk mencoba membangun kembali kemampuan pengayaan mereka," kata Gabbard di depan komite intelijen Senat, dikutip dari AFP pada Rabu (18/3).

Sebagaimana diketahui, Trump berulang kali mengatakan bahwa dia memerintahkan serangan terhadap Iran bersama Israel pada awal Maret karena adanya ancaman yang akan segera terjadi.

Setelah pemboman Juni 2025, Trump mengatakan bahwa AS telah sepenuhnya menghancurkan situs nuklir Iran, tetapi sejak perang terbarunya, dia mengatakan bahwa Teheran hanya beberapa minggu lagi memiliki bom nuklir.

Di depan senator, Gabbard mengatakan bahwa Iran mengalami pukulan berat dalam serangan selama beberapa minggu terakhir, termasuk gugurnya Pemimpin Tertinggi Ayatullah Ali Khamenei. Tapi, dia menekankan negara republik Islam itu masih berfungsi.

"Komunitas intelijen AS menilai rezim di Iran masih utuh tetapi sebagian besar telah melemah karena serangan terhadap kepemimpinannya dan kemampuan militernya," ujar Gabbard.

"Jika rezim yang bermusuhan bertahan, kemungkinan besar mereka akan berupaya memulai usaha bertahun-tahun untuk membangun kembali militer, rudal, dan pasukan UAV mereka," dia menambahkan.

KEYWORD :

Perang AS vs Iran Senjata Nuklir Intelijen AS Presiden Donald Trump




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :