Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (15/8). (Foto: Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Menurut dia, peristiwa tersebut harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum agar pelaku dan motif penyerangan dapat segera diungkap.
“Pertama, tentu kita prihatin atas peristiwa yang menimpa aktivis KontraS tersebut,” kata Rudianto dalam keterangannya, Jumat (13/2).
Ia menegaskan bahwa kasus penyerangan tersebut harus dibongkar secara tuntas, termasuk mengungkap siapa pelaku dan motif di balik aksi kekerasan tersebut.
“Kedua, peristiwa ini harus diungkap siapa pelaku dan apa yang menjadi motif dari peristiwa penyerangan air keras tersebut,” ujarnya.
Rudianto menilai, tindakan penyiraman air keras merupakan bentuk kekerasan serius yang tidak dapat ditoleransi karena mencederai fisik korban.
“Ketiga, tindakan kekerasan dan upaya mencederai fisik melalui penyiraman air keras adalah perilaku kriminal yang harus dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.
Sebelumnya, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal pada Kamis malam (12/3). Peristiwa itu terjadi setelah Andrie selesai melakukan perekaman podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta.
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka pada sejumlah bagian tubuh, terutama di area tangan, wajah, dada, serta mata, dan saat ini tengah mendapatkan perawatan medis.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Warta DPR Komisi III Rudianto Lallo aktivis KontraS air keras Andrie Yunus
























