Minggu, 08/03/2026 12:12 WIB

Shalat Syuruq, Apakah Sama dengan Shalat Dhuha? Ini Penjelasannya





Dalam kajian fiqih, para ulama menjelaskan bahwa shalat Isyraq pada hakikatnya adalah bagian dari shalat Dhuha.

Ilustrasi - orang sedang melaksanakan sholat dhuha (Foto: ISTOCK)

Jakarta, Jurnas.com - Bagi seorang Muslim, waktu setelah fajar bukan sekadar penanda dimulainya aktivitas duniawi, melainkan momentum emas untuk meraih pahala setara haji dan umrah.

Namun, sering muncul pertanyaan di tengah umat, apakah shalat Isyraq (Syuruq) itu sama dengan shalat Dhuha?

Dalam kajian fiqih, para ulama menjelaskan bahwa shalat Isyraq pada hakikatnya adalah bagian dari shalat Dhuha, namun ia menempati waktu yang paling awal.

Jika Dhuha memiliki rentang waktu yang luas—sejak matahari meninggi hingga menjelang Zhuhur—maka Isyraq adalah pembukanya.

Perbedaan utamanya terletak pada spesifikasi waktu. Shalat Isyraq dikerjakan sekitar 10–15 menit setelah matahari terbit (saat matahari setinggi tombak), sedangkan waktu afdal Shalat Dhuha adalah saat matahari mulai terasa panas di padang pasir (menjelang siang).

Keistimewaan shalat di awal waktu ini bersumber dari lisan suci Rasulullah SAW. Beliau menjanjikan ganjaran yang luar biasa bagi mereka yang mampu menjaga rutinitas paginya dengan zikir dan shalat dua rakaat.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

"Barangsiapa yang melaksanakan shalat subuh secara berjamaah, kemudian ia duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu ia shalat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna." (HR. Tirmidzi).

Pentingnya momentum pagi ini pun diabadikan oleh Allah SWT di dalam Al-Qur`an. Allah bahkan bersumpah demi waktu tersebut, yang menandakan adanya kemuliaan besar di dalamnya. Sebagaimana firman-Nya dalam Surah Ad-Dhuha ayat 1:

وَالضُّحَىٰ

"Demi waktu dhuha (ketika matahari naik sepenggal)."

Para ahli tafsir menjelaskan bahwa sumpah ini merujuk pada saat manusia mulai bertebaran mencari rezeki dan merasakan nikmatnya cahaya matahari.

Shalat di waktu ini menjadi simbol syukur seorang hamba atas kesehatan 360 persendian yang ia miliki.

KEYWORD :

Info Keislaman ilmu fiqih para ulama shalat Isyraq shalat Dhuha




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :