Kamis, 26/02/2026 05:10 WIB

Parlemen Jerman Setujui Pembelian Drone Tempur Senilai Rp10,72 Triliun





Anggota parlemen Jerman menyetujui rencana melengkapi militer dengan drone tempur untuk pertama kalinya, dengan nilai mencapai Rp10,72 triliun.

Ilustrasi drone tempur (Foto: The Telegraph)

Berlin, Jurnas.com - Anggota parlemen Jerman menyetujui rencana melengkapi militer dengan drone tempur untuk pertama kalinya. Persetujuan ini mencakup kontrak dengan dua perusahaan rintisan pertahanan asal Jerman.

Kesepakatan dengan Helsing yang berbasis di Munich dan Stark Defence yang berbasis di Berlin tersebut bernilai total 536 juta euro (sekitar RP10,72 triliun) untuk jumlah drone yang tidak disebutkan.

Dikutip dari AFP, kontrak itu juga membuka peluang ekspansi pembelian hingga mencapai miliaran euro.

Komite anggaran Parlemen Jerman memberikan lampu hijau terhadap perjanjian tersebut pada Rabu (25/2), meskipun muncul kritik terkait keterlibatan investor miliarder asal Amerika Serikat, Peter Thiel, dalam Stark Defence.

Kementerian Pertahanan menyatakan drone tempur tersebut ditargetkan mulai ditempatkan pada 2027 di Lithuania, lokasi penempatan satu brigade Jerman yang bertujuan menghalangi Rusia sekaligus memperkuat pertahanan NATO.

Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius, yang pekan lalu meminta kejelasan mengenai pengaruh Thiel di Stark Defence, mengatakan bahwa dia puas dengan penjelasan yang diberikan perusahaan tersebut.

Stark Defence menyebut kepemilikan saham Thiel di perusahaan itu kurang dari 10 persen, dan menegaskan bahwa investor tersebut tidak memiliki akses khusus terhadap rincian teknis maupun keputusan operasional.

"Hal ini telah dikonfirmasi kepada kami secara tertulis oleh kontraktor, dan sama sekali tidak ada kekhawatiran," ujar Pistorius kepada wartawan setelah memberi pengarahan kepada anggota parlemen di Berlin.

Thiel, yang dikenal sebagai libertarian sayap kanan dan sekutu dekat Presiden AS Donald Trump, mendapat sorotan dari sejumlah politisi Jerman atas pernyataannya yang dinilai bermusuhan terhadap demokrasi liberal.

Pesanan yang disetujui ini disebut sebagai tahap awal dari program multi-tahun dengan total sekitar €9 miliar”untuk membekali Angkatan Bersenjata Jerman dengan drone tempur, menurut Andreas Schwarz, anggota komite anggaran dari Partai Sosial Demokrat (SPD) berhaluan tengah-kiri.

Komite tersebut juga membatasi volume pesanan maksimum untuk masing-masing dari dua perusahaan itu hingga satu miliar euro. Ke depan, pelaku industri lain juga dapat terlibat dalam pengadaan drone berikutnya, termasuk raksasa pertahanan Jerman Rheinmetall.

KEYWORD :

drone tempur Jerman kontrak militer Jerman drone 10 triliun




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :