Selasa, 24/02/2026 13:22 WIB

Parade Planet Langka 28 Februari, Enam Planet Berjajar di Langit Senja





Fenomena langka “planetary parade” atau parade planet akan hiasi langit senja pada Sabtu, 28 Februari, ketika enam planet tampak dalam satu rentang pengamatan

Fenomena langka “planetary parade” atau parade planet akan menghiasi langit senja pada Sabtu, 28 Februari 2026 (Foto: Live Science)

Jakarta, Jurnas.com - Fenomena langka “planetary parade” atau parade planet akan menghiasi langit senja pada Sabtu, 28 Februari, ketika enam planet tampak dalam satu rentang pengamatan. Namun, momen ini hanya berlangsung singkat sehingga pengamat harus berada di lokasi dengan cakrawala barat terbuka dan langit cerah.

Menurut NASA, sesaat setelah Matahari terbenam, Venus dan Merkurius akan tampak rendah di horizon barat, berdekatan dengan Saturnus serta Neptunus. Keempatnya muncul sekitar 30 menit setelah senja dan bertahan kurang lebih 45 menit sebelum tenggelam.

Mengutip Live Science, di antara keempat planet itu, Venus, Mercury, dan Saturn relatif dapat dilihat dengan mata telanjang, meski binokular akan membantu memperjelas. Sementara itu, Neptune terlalu redup untuk diamati tanpa teleskop berdiameter minimal enam inci dan bahkan berisiko tertelan cahaya senja.

Setelah empat planet rendah itu diamati, perhatian dapat dialihkan lebih tinggi ke langit selatan tempat Jupiter bersinar terang di rasi Gemini. Cahayanya tampak putih stabil dan tidak berkelap-kelip seperti bintang, sehingga relatif mudah dikenali.

Selain itu, Uranus juga berada di langit malam meski lebih ideal dilihat dengan binokular atau teleskop kecil. Planet ketujuh itu dapat ditemukan di bawah gugus bintang Pleiades di rasi Taurus, dengan panduan arah dari sabuk Orion.

Pada malam yang sama, Bulan fase cembung membesar dengan iluminasi sekitar 92 persen akan melintas dekat gugus bintang terang Beehive Cluster atau M44. Gugus yang berjarak sekitar 577 tahun cahaya itu memuat sekitar seribu bintang dan menjadi objek menarik bagi pengamat maupun fotografer langit.

Setelah parade planet memudar, peristiwa yang lebih dramatis akan menyusul pada 3 Maret ketika Bulan Purnama yang dikenal sebagai Worm Moon memasuki bayangan inti Bumi. Dalam fase totalitas selama sekitar 58 menit, permukaan Bulan akan berubah menjadi merah tembaga dalam fenomena yang populer disebut blood moon.

Secara keseluruhan, rangkaian peristiwa ini menghadirkan kesempatan langka untuk menyaksikan dinamika Tata Surya dalam waktu berdekatan. Karena itu, pengamatan yang tepat waktu dan kondisi langit yang mendukung menjadi kunci agar momen astronomi ini tidak terlewat. (*)

KEYWORD :

Parade Planet Enam Planet Berjajar Fenomena Astronomi Planetary Parade




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :