Minggu, 22/02/2026 13:14 WIB

Mensos Sebut 3 Juta Penerima Baru Bansos PKH dan Sembako Tunggu Pencairan





Mensos mengatakan bahwa mereka adalah penerima baru yang didapatkan berdasarkan hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Foto: Kemensos)

Jakarta, Jurnas.com - Hingga awal Ramadan 2026, Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat ada sebanyak tiga juta penerima manfaat bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) yang belum menerima bantuan karena masih dalam proses administrasi penyaluran.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, mengatakan bahwa mereka adalah penerima baru yang didapatkan berdasarkan hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Mensos memaparkan, ada sekitar 1 juta penerima bansos PKH dan sekitar 2 juta penerima bansos sembako baru tersebut dilaporkan hingga saat ini masih menunggu proses pembukaan rekening kolektif (burekol), distribusi kartu, serta persiapan penyaluran melalui PT Pos Indonesia.

"Sebagian besar belum memiliki rekening. Maka itu ada namanya buka burekol dan perlu waktu 1-2 bulan untuk burekol-nya sebelum bantuan dapat dicairkan," kata Mensos dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/02).

Ia menjelaskan bahwa setiap triwulan terdapat pembaruan data penerima manfaat berdasarkan DTSEN, sehingga muncul penambahan keluarga penerima manfaat (KPM) yang sebelumnya belum terdaftar.

Di sisi lain, Mensos menyampaikan, penyaluran bantuan sosial triwulan pertama 2026 dilaporkan berjalan progresif. Hingga awal Februari 2026 atau Ramadan 1447 H, realisasi penyaluran bansos tercatat telah mencapai lebih dari 85 persen atau di atas Rp15 triliun.

“Penyaluran (PKH) sampai saat sekarang, untuk triwulan pertama, Januari, Februari, Maret, itu 8.940.958 KPM. Sudah tersalurkan lebih dari Rp6 triliun atau 89,4 persen. Sementara Sembako, itu sudah tersalurkan 15 juta lebih KPM (dengan nominal) Rp 9 triliun lebih, (atau) sebanyak 86,9 persen,” kata Mensos.

Mensos menegaskan seluruh penyaluran dilakukan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) guna memastikan bantuan diterima langsung oleh masyarakat.

Kemensos memastikan proses administrasi bagi penerima baru terus dipercepat agar bantuan dapat segera tersalurkan, terutama menjelang Ramadhan, sehingga masyarakat yang telah terdata dalam DTSEN dapat segera merasakan manfaat program perlindungan sosial tersebut.

KEYWORD :

Menteri Sosial Saifullah Yusuf Bansos PKH Bansos Sembako Pemutakhiran DTSEN




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :