Kamis, 19/02/2026 18:04 WIB

Gerhana Bulan Total Muncul di Langit Jelang Pertengahan Ramadan





 Fenomena gerhana bulan total “Blood Moon” akan terjadi pada 3 Maret 2026 mendatang, jelang pertengahan puasa Ramadan 2026

Gerhana bulan total atau blood moon (Foto: Science Alert)

Jakarta, Jurnas.com - Fenomena gerhana bulan total “Blood Moon” akan terjadi pada 3 Maret 2026 mendatang, jelang pertengahan puasa Ramadan 2026. Peristiwa ini akan terlihat jelas dari sebagian Asia, Australia, wilayah Pasifik, serta Amerika Utara dan Selatan.

Gerhana bulan total terjadi saat fase purnama ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus. Dalam posisi ini, Bumi berada di tengah dan bayangannya menutupi seluruh permukaan Bulan.

Meski tertutup bayangan, Bulan tidak menghilang sepenuhnya karena atmosfer Bumi menyaring cahaya Matahari. Cahaya biru tersebar, sementara cahaya merah dengan panjang gelombang lebih panjang dibiaskan ke arah Bulan sehingga menciptakan warna merah darah yang khas.

Intensitas warna merah dapat berbeda-beda tergantung kondisi atmosfer Bumi, termasuk keberadaan debu atau partikel akibat aktivitas vulkanik dan kebakaran hutan. Semakin pekat warnanya, semakin besar kemungkinan atmosfer mengandung partikel dalam jumlah signifikan.

Mengutip Orbitaltoday, secara astronomi, fase totalitas akan dimulai pukul 11.04 UTC, mencapai puncak pada 11.33 UTC, dan berakhir pukul 12.02 UTC. Momen ketika Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan Bumi ini berlangsung selama 58 menit, sementara seluruh rangkaian gerhana dari awal hingga akhir memakan waktu sekitar lima jam 39 menit.

Gerhana bulan total terjadi rata-rata dua hingga tiga tahun sekali, namun tidak selalu terlihat dari lokasi yang sama. Untuk peristiwa Maret 2026, sekitar 176 juta orang atau sekitar 2,17 persen populasi dunia berkesempatan menyaksikan seluruh fase gerhana dari awal hingga akhir.

Sebaliknya, sebagian besar Eropa termasuk Inggris tidak dapat menyaksikannya karena Bulan berada di bawah horizon selama seluruh fase gerhana. Peristiwa tersebut terjadi saat waktu siang di kawasan itu sehingga tidak terlihat secara langsung.

Di Asia Timur, Australia, kawasan Pasifik, dan sebagian besar Amerika, Bulan akan berada cukup tinggi di langit saat fase totalitas berlangsung. Di beberapa wilayah Amerika Utara bagian timur, Bulan bahkan akan terbenam dalam kondisi masih sepenuhnya tergelapkan.

Peristiwa ini juga bertepatan dengan purnama Maret yang secara tradisional dikenal sebagai Worm Moon, penanda awal musim semi di belahan Bumi utara. Pada 2026, purnama tersebut akan tampil lebih dramatis karena berubah warna menjadi merah selama gerhana.

Tidak seperti gerhana Matahari, gerhana bulan aman disaksikan dengan mata telanjang tanpa alat pelindung khusus. Penggunaan teropong atau teleskop hanya akan memperjelas detail permukaan Bulan dan gradasi warna selama fase totalitas.

Bagi wilayah yang tidak dapat menyaksikan langsung, sejumlah platform astronomi menyediakan siaran langsung global. Dengan demikian, siapa pun tetap dapat menikmati salah satu pertunjukan kosmik paling memukau dalam kalender astronomi 2026. (*)

KEYWORD :

Gerhana Bulan Total Fenomena Astronomi Puasa Ramadan Blood Moon




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :