Selasa, 17/02/2026 20:43 WIB

Resmikan Tahap 3 SPPG, PP Muhammadiyah Komitmen Dukung MBG





PP Muhammadiyah kembali menekankan komitmen mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), dalam peresmian tahap 3 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah sekaligus Mendikdasmen Abdul Mu`ti (Foto: Ist)

Medan, Jurnas.com - PP Muhammadiyah kembali menekankan komitmen mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), dalam peresmian tahap 3 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampus IV Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU), pada Senin (16/2) kemarin.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mengatakan bahwa sejak program MBG diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto, Muhammadiyah mendukung penuh tanpa ragu.

Dia menyebut dukungan tersebut bukan hanya sikap, melainkan dibuktikan melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan Badan Gizi Nasional pada momentum Tanwir Muhammadiyah di Kupang.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) itu menjelaskan alasan dukungan itu bertumpu pada prinsip dasar gerakan. Muhammadiyah, menurutnya, tidak ingin melahirkan generasi yang lemah, baik dari sisi pengetahuan maupun fisik.

"Program makan bergizi adalah ikhtiar menyiapkan kualitas manusia sejak dini, sehingga anak-anak dan masyarakat memiliki fondasi yang kuat untuk belajar, bertumbuh, dan berkontribusi," kata Menteri Mu`ti dalam siaran pers pada Selasa (17/2).

Abdul Mu’ti lalu mengaitkan arah MBG dengan konsep Islam “bastatan fil ‘ilmi wal jism”, yakni keunggulan ilmu dan ketangguhan raga yang berjalan beriringan.

Dia merujuk pandangan para ulama tentang kisah Thalut yang dinilai layak memimpin bukan karena ukuran material, tetapi karena kekuatan fisik yang nyata dan kebijaksanaan intelektual yang matang.

Dalam bacaan klasik, menurut Mu’ti, penafsiran menekankan perpaduan akal dan hikmah dengan tubuh yang kuat, sementara perspektif lain menegaskan bahwa kekuatan harus dipandu pengetahuan terapan agar efektif dan etis.

Baginya, kerangka ini membuat MBG tidak berhenti pada pemenuhan gizi saja, tetapi juga menjadi pintu pembentukan karakter, karena generasi yang kuat membutuhkan tubuh yang terawat agar ilmu dapat bertumbuh dan diwujudkan dalam kerja nyata.

"Pada titik ini, makanan bergizi dipandang bukan sekadar intervensi kesehatan, melainkan bagian dari upaya membangun kualitas manusia Indonesia yang lebih tangguh menghadapi tantangan zaman, termasuk target besar menuju Indonesia Emas 2045," dia menambahkan.

KEYWORD :

Program MBG Makan Bergizi Gratis Menteri Abdul Mu`ti




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :