Selasa, 17/02/2026 19:37 WIB

Doa Menyambut Ramadan 2026, Amalan yang Dianjurkan Rasulullah SAW





Umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, bersiap menyambut Ramadan 1447 H/2026 M yang tinggal menghitung jam

Ilustrasi doa menyambut Ramadan (Foto: Baznas)

Jakarta, Jurnas.com - Umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, bersiap menyambut Ramadan 1447 H/2026 M yang tinggal menghitung jam. Selain persiapan fisik dan mental, membaca doa menyambut Ramadan menjadi amalan yang dianjurkan agar ibadah selama bulan suci berjalan lancar dan penuh keberkahan.

Dalam sejumlah riwayat, Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus ketika memasuki bulan Ramadan. Doa ini diriwayatkan oleh Imam At-Thabrani dan Imam Ad-Dailami sebagai bentuk permohonan keselamatan dan kemudahan dalam beribadah.

Berikut redaksi doanya, yang dikutip dari laman Nahdlatul Ulama:

اللَّهُمَّ سَلِّمْنِيْ لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِيْ وَسَلِّمْهُ مِنِّيْ
Allāhumma sallimnī li Ramadhāna, wa sallim Ramadhāna lī, wa sallimhu minnī.

Artinya, “Ya Allah, selamatkanlah aku (dari penyakit dan uzur lain) demi (ibadah) Bulan Ramadan, selamatkanlah Ramadan untukku, dan selamatkanlah aku (dari maksiat) di Bulan Ramadan.” Doa ini mencerminkan harapan agar seorang Muslim diberi kesehatan, umur panjang, dan kemampuan menjaga diri dari perbuatan yang merusak pahala puasa.

Selain itu, Rasulullah SAW juga membaca doa ketika melihat hilal atau awal bulan. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam hadisnya.

هِلالُ رُشْدٍ وَخَيْرٍ (مرتين)، آمَنْتُ بِالَّذِي خَلَقَكَ (ثلاث مرات)، الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي ذَهَبَ بِشَهْرِ كَذَا، وَجَاءَ بِشَهْرِ كَذَا

Hilālu rusydin wa khairin (2 kali), āmantu bil ladzī khalaqaka (3 kali), alhamdulillāhil ladzī dzahaba bi syahri kadzā, wa jā’a bi syahri kadzā.

Artinya, “Bulan petunjuk dan kebaikan (dua kali). Aku beriman kepada Tuhan yang menciptakanmu (tiga kali). Segala puji bagi Allah yang menghilangkan bulan itu dan mendatangkan bulan ini.” Doa ini mengandung makna syukur atas datangnya bulan baru sekaligus pengakuan atas kebesaran Allah SWT.

Sementara itu, ulama besar mazhab Syafi’i, Ibnu Hajar al-Haitami, dalam kitab Ithāfu Ahlil Islām bi Khushūshiyyātish Shiyām, juga mencantumkan redaksi doa awal Ramadan. Doa tersebut berisi permohonan kebaikan bulan suci serta perlindungan dari keburukan takdir dan hari penghisaban.

اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ العَظِيْمِ، اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الشَّهْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ الْقَدَرِ، وَمِنْ شَرِّ الْمحَشْرِ

Allāhu akbar, lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil ‘azhīm. Allāhumma innī as’aluka khaira hādzas syahri, wa a‘ūdzu bika min syarril qadari, wa min syarril mahsyari.

Artinya, “Allah Maha Besar. Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Agung. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan bulan ini dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan takdir serta keburukan hari mahsyar.”

Dengan membaca doa-doa tersebut, umat Islam diharapkan memasuki Ramadan dengan hati yang bersih dan niat yang lurus. Momentum ini bukan sekadar pergantian bulan, melainkan awal perjalanan spiritual untuk meningkatkan ketakwaan dan meraih ampunan Allah SWT. (*)

Sumber: NU Online

KEYWORD :

Doa Awal Ramadan Puasa Ramadan Menyambut Ramadan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :