Selasa, 17/02/2026 15:51 WIB

Israel Gunakan Termobarik di Gaza, MUI Sentil Peran BoP Bentukan Trump





Senjata yang mampu menghasilkan suhu hingga ribuan derajat celcius dan menyebabkan tubuh manusia hancur tanpa sisa adalah bentuk kekerasan sangat menjijikan

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim (Foto: republika)

Jakarta, Jurnas.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) merespons laporan hasil investigasi Al Jazeera terkait dugaan Israel menggunakan senjata thermal dan bom vakum atau termobarik untuk menyerang warga sipil Gaza, Palestina.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Sudarnoto Abdul Hakim, menilai penggunaan senjata tersebut merupakan bentuk kebiadaban yang melampaui batas-batas kemanusiaan dan nurani paling dasar.

"Saya shock dan sekaligus geram membaca hasil investigas yang disampaikan Al Jazeera terkait dugaan penggunaan senjata Thermal atau bom vakum dalam agresi militer Israel di Gaza. Ini menelan korban lenyap seketika tak tersisa sebesar 2.842 orang," kata Sudarnoto, dikutip MUI, Selasa (17/2).

Sudarnoto mengatakan, sejak agresi militer Israel pada Oktober 2023, Gaza telah mengalami kehancuran yang luar biasa. Namun, informasi tentang ribuan warga Palestina yang `lenyap` tanpa jejak akibat suhu ekstrem yang dihasilkan senjata ini menambah daftar panjang tragedi kemanusiaan.

"Senjata yang mampu menghasilkan suhu hingga ribuan derajat celcius dan menyebabkan tubuh manusia hancur tanpa sisa adalah bentuk kekerasan yang sangat menjijikan dan bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum humaniter internasional," kata dia.

Sudarnoto menegaskan, apabila penggunaan senjata terlarang itu terbukti dilakukan Israel, itu merupakan pelanggaran serius terhadap Konvensi Jenewa dan norma-norma hukum internasional.

MUI meminta agar dunia internasional untuk tidak diam, khususnya membiarkan adanya standar ganda dalam penegakan hukum dan hak asasi manusia. MUI menilai setiap bentuk kejahatan perang harus diusut secara independen dan transparan, serta para pelakunya harus dimintai pertanggungjawaban. 

MUI pun mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk bertanggung jawab atas dosa kemanusiaan Israel yang selalu dibiarkan bahkan didukung. 

Sudarnoto kemudian menyinggung terkait keberadaan Board of Peace (BoP) bentukan Trump. Dia menilai BoP semakin menunjukkan keasliannya sebagai badan yang justru ikut andil menghancurkan martabat dan kedaulatan Palestina.

Dengan bungkamnya Trump, lanjutnya, BoP menghancurkan di balik kata damai. Menurut Sudarnoto, perdamaian tak mungkin terwujud jika keadilan tidak ditegakkan.

"Saya ingin serukan kemanusiaan harus dimenangkan. Dan penjajahan dalam bentuk apa pun di atas dunia ini harus dihapuskan," tegasnya.

MUI juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional untuk segera membentuk investigasi independen yang kredibel, memastikan perlindungan bagi warga sipil, serta menghentikan segala bentuk pasokan senjata yang berpotensi memperparah penderitaan rakyat Palestina. 

"Majelis Ulama Indonesia memandang bahwa tragedi kemanusiaan di Palestina bukan hanya isu nasional, melainkan persoalan moral dan kemanusiaan universal," tegasnya.

MUI meyerukan agar umat Islam dan seluruh masyarakat internasional yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan harus terus menyuarakan keadilan.

MUI juga menyerukan agar solidaritas terhadap Palestina tidak boleh surut, dan dukungan kemanusiaan harus diperkuat, serta tekanan diplomatik harus ditingkatkan agar agresi ini segera dihentikan. 

 

KEYWORD :

Majelis Ulama Indonesia Peran BoP Sejata Terlarang Agresi Militer Israel di Gaza




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :