Selasa, 17/02/2026 07:18 WIB

IPTI Usung Visi Global, Padukan Kearifan Lokal dan Keberlanjutan





Mengusung tema “Empowering Future Innovators in Tourism & Hospitality”, IPTI menegaskan arah pengembangan pendidikan pariwisata

IPTI Usung Visi Global, Padukan Kearifan Lokal dan Keberlanjutan. (Foto: Jurnas/Ist).

Jakarta, Jurnas.com- Mengusung tema “Empowering Future Innovators in Tourism & Hospitality”, Institut Pariwisata Tedja Indonesia (IPTI) menegaskan arah pengembangannya sebagai institusi pendidikan pariwisata yang menargetkan pengakuan internasional tanpa meninggalkan akar kearifan lokal Indonesia.

IPTI resmi menggelar grand opening pada Rabu (11/2) di Gedung Auditorium IPTI, Cipayung, Jakarta Timur. Peluncuran ini menandai penguatan eksistensi IPTI sebagai institusi pendidikan tinggi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pengembangan sumber daya manusia (SDM) pariwisata di tengah pertumbuhan industri pariwisata nasional dan global.

IPTI berada di bawah naungan Yayasan Menara Bhakti, yayasan pendidikan yang telah lebih dari 40 tahun berkiprah dalam pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia. Yayasan ini dikenal sebagai pengelola Universitas Mercu Buana, yang memiliki jejaring alumni di berbagai sektor strategis tingkat nasional dan internasional.

Tema yang diusung IPTI tidak sekadar menjadi slogan seremoni, melainkan dirumuskan sebagai kerangka strategis institusi dalam membangun sistem pendidikan yang adaptif terhadap dinamika industri pariwisata global. IPTI memosisikan diri sebagai kampus yang mengintegrasikan pendekatan interdisipliner, prinsip keberlanjutan, serta kolaborasi lintas sektor dalam penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi.

Rektor IPTI, Dr. Ariani Kusumo Wardhani, menjelaskan bahwa pariwisata tidak lagi dipahami sebagai sektor tunggal, melainkan sebagai ekosistem yang melibatkan aspek bisnis, komunikasi, teknologi, budaya, hingga kreativitas. Karena itu, desain kurikulum IPTI menggabungkan studi pariwisata dan hospitality dengan penguatan bidang seperti bisnis digital dan komunikasi strategis.

“Pengembangan inovator masa depan di bidang pariwisata menuntut cara pandang yang holistik. Mahasiswa tidak hanya dibekali kompetensi teknis, tetapi juga kemampuan analitis, kepemimpinan, serta sensitivitas budaya dan lingkungan,” ujarnya.

Prinsip keberlanjutan menjadi fondasi utama dalam implementasi visi tersebut. Aspek sosial, budaya, dan lingkungan diintegrasikan dalam kurikulum, agenda riset, serta program pengabdian kepada masyarakat. Pendekatan ini diarahkan untuk mendorong lahirnya model pengelolaan pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pelestarian nilai lokal dan keseimbangan ekologis.

Ketua Yayasan Menara Bhakti, Nurani Pujiastuti, menyatakan pengembangan IPTI merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang responsif terhadap perubahan zaman.

“Pariwisata adalah wajah bangsa. Karena itu, inovasi harus berjalan seiring dengan pelestarian nilai dan karakter. IPTI dirancang untuk melahirkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global, tetapi tetap membawa identitas budaya Indonesia,” katanya.

Melalui visi “Empowering Future Innovators in Tourism & Hospitality”, IPTI berupaya membangun model pendidikan pariwisata yang kolaboratif, interdisipliner, dan berkelanjutan sebagai kontribusi terhadap penguatan daya saing industri pariwisata Indonesia di kancah internasional


KEYWORD :

Ariani Kusumo Wardhani IPTI Tedja Indonesia Pendidikan Pariwisata




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :