Kamp penahanan tersangka ISIS di Suriah (Foto: Reuters)
Damaskus, Jurnas.com - Pasukan Kurdi Suriah membebaskan 34 warga Australia yang ditahan di kamp penampungan keluarga tersangka anggota kelompok Negara Islam (ISIS) di Suriah utara. Mereka selanjutya akan diterbangkan ke Australia melalui Damaskus.
Dikutip dari Reuters pada Senin (16/2), Hukmiya Mohamed, salah satu direktur bersama kamp Roj, mengatakan bahwa 34 warga Australia itu telah diserahkan kepada anggota keluarga mereka yang datang langsung ke Suriah untuk proses pembebasan. Mereka kemudian dinaikkan ke bus kecil menuju Damaskus dengan pengawalan kendaraan militer.
Kamp Roj menampung lebih dari 2.000 orang dari sekitar 40 negara, dengan mayoritas penghuni merupakan perempuan dan anak-anak.
Ribuan orang yang diyakini memiliki keterkaitan dengan militan ISIS telah ditahan di kamp Roj dan kamp kedua, al-Hol, sejak kelompok jihad tersebut dipukul mundur dari wilayah terakhir kekuasaannya di Suriah pada 2019.
Sementara itu, pemerintah Australia dalam pernyataan resminya menegaskan tidak akan memulangkan warga dari Suriah.
"Lembaga keamanan kami telah memantau situasi di Suriah untuk memastikan kesiapan menghadapi warga Australia yang berupaya kembali ke Australia," demikian pernyataan resmi pemerintah.
"Orang-orang dalam kelompok ini harus tahu bahwa jika mereka telah melakukan kejahatan dan jika mereka kembali ke Australia, mereka akan menghadapi penegakan hukum sepenuhnya. Keselamatan warga Australia dan perlindungan kepentingan nasional Australia tetap menjadi prioritas utama," pernyataan itu menambahkan.
Situasi di Suriah utara juga terus berubah setelah pasukan pemerintah Suriah merebut sebagian wilayah dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi pada Januari, sebelum kedua pihak menyepakati gencatan senjata pada 29 Januari.
Militer Amerika Serikat pekan lalu menyelesaikan misi pemindahan 5.700 tahanan pria dewasa terkait ISIS dari Suriah ke Irak.
Mohamed mengatakan otoritas Kurdi Suriah sebelumnya telah memfasilitasi banyak pembebasan dari kamp Roj melalui koordinasi dengan berbagai pemerintah asing.
Kamp Roj juga menjadi tempat penahanan Shamima Begum, perempuan kelahiran Inggris yang dicabut kewarganegaraannya oleh pemerintah Inggris pada 2019 dengan alasan keamanan nasional.
“Situasi Shamima Begum sama seperti semua perempuan lain di kamp Roj. Jika negaranya ingin membawanya pulang, pintu kami terbuka,” kata Mohamed.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
warga Australia ISIS kamp penahanan ISIS Pasukan Demokratik Suriah
























