Senin, 16/02/2026 15:46 WIB

Hujan di Hari Imlek, Pertanda Keberuntungan?





Sebagian masyarakat Tionghoa memandang hujan yang turun saat Tahun Baru Imlek memiliki arti khusus.

Ilustrasi hujan di momen Imlek (Foto: Unsplash/bckfwd)

Jakarta, Jurnas.com - Tahun Baru Imlek tidak hanya dipenuhi simbol warna merah, lampion, dan angpao. Di sejumlah komunitas Tionghoa, kondisi alam pada hari pertama tahun baru juga sering diperhatikan. Salah satu yang paling sering dibicarakan adalah turunnya hujan.

Dalam kepercayaan tradisional, hujan saat Imlek dianggap sebagai pertanda baik. Air dipandang sebagai lambang rezeki dan kemakmuran. Karena itu, ketika hujan turun di awal tahun, sebagian orang meyakini keberuntungan akan mengalir sepanjang tahun.

Keyakinan tersebut berakar dari kehidupan masyarakat Tiongkok kuno yang bergantung pada pertanian. Hujan menjadi faktor penting bagi hasil panen.

Datangnya hujan pada awal musim dipahami sebagai tanda kesuburan tanah dan keberhasilan bercocok tanam. Makna ini kemudian terbawa ke dalam perayaan tahun baru lunar.

Selain berkaitan dengan rezeki, hujan juga dimaknai sebagai simbol pembersihan. Awal tahun dipandang sebagai momen meninggalkan kesialan di tahun sebelumnya. Air hujan dipercaya melambangkan proses membersihkan energi buruk dan membuka lembaran baru.

Bagi sebagian keluarga, suasana hujan juga dianggap membawa kesejukan dan ketenangan. Hal itu sejalan dengan harapan kehidupan yang lebih damai di tahun yang baru.

Selain itu, banyak masyarakat melihat hujan saat Imlek sebagai simbol harapan, bukan keyakinan mutlak. Ada yang memaknainya sebagai pertanda baik, sementara lainnya menganggapnya sebagai peristiwa alam biasa.

Terlepas dari perbedaan pandangan, mitos hujan saat Imlek menunjukkan bagaimana masyarakat memberi makna pada fenomena alam.

KEYWORD :

hujan imlek mitos imlek makna imlek tradisi tionghoa




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :