Peziarah mengelilingi Kabah saat melakukan Tawaf di Masjidil Haram (FOTO: REUTERS)
Jakarta, Jurnas.com - Kain hitam yang menyelimuti Ka’bah di Masjidil Haram bukan sekadar penutup bangunan suci. Kiswah Ka’bah merupakan simbol penghormatan tertinggi umat Islam terhadap Baitullah sekaligus bagian dari tradisi keagamaan yang berlangsung selama berabad-abad.
Namun baru-baru ini kain hitam penutup ka`bah menjadi perbincangan publik usai file kejahatan dari predator seks Jeffrey Epstein dipublikasikan ke publik.
Dalam kasus tersebut, seorang pengirim email yang mengirim gambar kiswah tersebut kepada Epstein menjelaskan bahwa kain itu disentuh oleh jutaan Muslim dari berbagai mazhab saat mengelilingi Ka’bah.
Meski begitu, keaslian kain dalam foto sempat diragukan oleh Inside the Haramain, sebuah media yang fokus pada Masjidil Haram. Mereka menyebutkan adanya beberapa kejanggalan pada ukuran, bahan, tepi, serta pola kain yang muncul dalam gambar tersebut.
Hingga kini, otoritas pengelola Masjidil Haram dan pemerintah Arab Saudi belum memberikan tanggapan resmi terkait foto ini. Selain itu, perusahaan DP World yang dipimpin Ahmed bin Sulayem juga menolak berkomentar.
Namun terlepas dari berbagai kontrversi yang berseliweran, kiswah ternyata menyimpan sejarah panjang, teknologi pembuatan khusus, hingga biaya fantastis.
Berikut lima fakta menarik tentang kiswah Ka’bah yang jarang diketahui.
1. Tidak Selalu Berwarna Hitam
Banyak orang mengira kiswah sejak dulu berwarna hitam. Faktanya, warna kiswah pernah beberapa kali berubah sepanjang sejarah.
Pada masa awal Islam hingga era kekhalifahan, kiswah pernah berwarna putih, merah, bahkan hijau. Warna hitam baru menjadi standar pada masa Dinasti Abbasiyah sekitar abad ke-8 Masehi. Sejak saat itu, warna hitam dipertahankan karena dianggap lebih mencerminkan kewibawaan dan keagungan.
2. Diganti Setiap Tahun Saat Musim Haji
Kiswah tidak digunakan selamanya. Kain penutup Ka’bah diganti satu kali setiap tahun, tepat pada tanggal 9 Dzulhijjah atau saat wukuf di Arafah.
Proses penggantian dilakukan oleh petugas khusus dengan pengamanan ketat. Kiswah lama tidak dibuang; kain tersebut dipotong menjadi bagian kecil dan biasanya diberikan sebagai hadiah kehormatan kepada tokoh dunia Islam, lembaga, atau museum.
3. Dibuat dari Sutra Alami Terbaik
Kiswah dibuat di kompleks khusus bernama Pabrik Kiswah di Makkah. Bahan utamanya adalah sutra alami berkualitas tinggi yang kemudian diwarnai hitam pekat.
Ayat-ayat Al-Qur’an yang terlihat di bagian atasnya tidak dicetak biasa. Kaligrafi tersebut disulam menggunakan benang emas dan perak asli. Proses pembuatannya melibatkan puluhan pengrajin terlatih dan memakan waktu berbulan-bulan.
4. Beratnya Ratusan Kilogram dan Biayanya Fantastis
Satu set kiswah terdiri dari sekitar 47 lembar kain. Berat totalnya mencapai sekitar 650–700 kilogram.
Biaya pembuatannya juga tidak kecil. Pemerintah Arab Saudi menganggarkan jutaan riyal setiap tahun untuk produksi kiswah, mencakup sutra impor, benang emas-perak, serta tenaga pengrajin profesional. Hal ini menunjukkan besarnya penghormatan terhadap Ka’bah sebagai kiblat umat Islam.
5. Mengandung Ayat-Ayat Al-Qur’an dengan Makna Khusus
Bagian atas kiswah terdapat sabuk kain (hizam) yang berisi ayat-ayat Al-Qur’an. Di antaranya kalimat tauhid, basmalah, serta beberapa potongan ayat yang menegaskan keesaan Allah.
Selain berfungsi estetika, tulisan tersebut menjadi pengingat bahwa Ka’bah bukan objek ibadah, melainkan simbol arah persatuan umat Islam dalam beribadah kepada Allah SWT.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kiswah Kabah File Epstein Jeffrey Epstein


























