Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Anadolu)
Jakarta, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam berbagai kesempatan mengklaim bahwa pemerintahannya sukses menekan angka inflasi. Namun, politisi Partai Republik itu jarang mengakui tekanan harga yang masih dirasakan banyak warga.
Dalam lima pidato ekonomi sejak Desember 2025, Trump menyebut inflasi telah dikalahkan atau turun drastis hampir 20 kali. Dia juga bahwa mengatakan harga-harga turun hampir 30 kali
Tapi, dikutip dari Reuters pada Sabtu (7/2), faktanya inflasi di AS masih mendekati 3 persen dalam setahun terakhir dan warga masih membayar lebih mahal untuk kebutuhan pokok.
Harga daging sapi cincang, misalnya, naik 18 persen sejak Trump menjabat setahun lalu, sementara harga kopi bubuk melonjak 29 persen.
Bagi banyak warga Amerika, ekonomi masih terasa berat. Harga tetap tinggi meski inflasi turun dari 3 persen menjadi 2,7 persen sejak Trump menjabat.
Ekonom menekankan bahwa inflasi yang lebih rendah tidak berarti harga turun, melainkan hanya kenaikannya melambat.
Dalam 12 bulan hingga Desember 2025, biaya makanan naik lebih dari 3 persen, sementara pendapatan per jam rata-rata hanya naik 1,1 persen dibanding tahun sebelumnya.
Tingkat pengangguran mencapai 4,4 persen pada Desember, naik dari 4 persen saat Trump mulai menjabat pada Januari 2025, menurut data pemerintah.
Dalam beberapa pidato, Trump dengan tepat menyebut turunnya harga beberapa barang sehari-hari seperti telur dan bensin. Harga telur turun sekitar 21 persen pada Desember dibanding setahun sebelumnya setelah sempat 60 persen lebih tinggi pada bulan-bulan awal Trump kembali berkuasa. Harga bensin turun sekitar 4 persen sejak Januari 2025.
Namun biaya rata-rata keranjang belanja justru meningkat. Harga kopi, daging sapi, dan beberapa buah termasuk yang naik dalam setahun terakhir.
Trump menawarkan sejumlah solusi dalam pidatonya, termasuk pemotongan pajak yang berlaku per Januari dan diklaim akan menghemat pengeluaran puluhan juta keluarga, penghapusan pajak atas tip, lembur dan pembayaran Jaminan Sosial, rencana menurunkan suku bunga hipotek, proposal menekan harga rumah, serta kesepakatan dengan perusahaan asuransi untuk menurunkan harga obat.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Inflasi di AS Presiden Donald Trump Harga Barang Melonjak
























