Sabtu, 07/02/2026 22:05 WIB

AS Paksa Ukraina Akhiri Perang, Paling Lambat Juni





Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengaku bahwa pihaknya didesak oleh Amerika Serikat (AS) agar segera mengakhiri perang melawan Rusia paling lambat Juni.

Prajurit Brigade Lintas Udara Terpisah ke-25 Angkatan Bersenjata Ukraina menembakkan sistem peluncur roket ganda BM-21 Grad ke arah pasukan Rusia, di dekat kota garis depan Pokrovsk, di wilayah Donetsk, Ukraina, 8 Juni 2025. REUTERS

Jakarta, Jurnas.com - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengaku bahwa pihaknya didesak oleh Amerika Serikat (AS) agar segera mengakhiri perang melawan Rusia dengan tempo waktu hingga Juni mendatang.

AS juga menawarkan menjadi tuan rumah pembicaraan antara kedua pihak di Florida pekan depan, untuk menyudahi perang yang telah berlangsung selama empat tahun tersebut.

Upaya yang dipimpin AS untuk menghentikan konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II meningkat dalam beberapa pekan terakhir, tetapi Moskow dan Kyiv masih berselisih tajam soal isu kunci wilayah yang diperebutkan.

Rusia, yang menguasai sekitar 20 persen wilayah Ukraina, mendorong agar kontrol penuh atas wilayah timur Donetsk menjadi bagian dari setiap kesepakatan damai, dan mengancam akan mengambilnya dengan paksa jika pembicaraan gagal.

Namun Ukraina mengatakan menyerahkan wilayah akan mendorong Moskow makin berani, sehingga untuk sementara ini Kyiv tidak akan menandatangani perjanjian guna mencegah invasi ulang Rusia.

"Amerika Serikat untuk pertama kalinya mengusulkan agar dua tim negosiasi bertemu di Amerika Serikat, kemungkinan di Miami, dalam waktu sekitar satu minggu," kata Zelensky dikutip dari AFP pada Sabtu (7/2).

"Mereka mengatakan ingin menyelesaikan semuanya sebelum Juni," dia menambahkan.

AS telah memediasi dua putaran negosiasi antara kedua pihak di Abu Dhabi sejak Januari, menjembatani pertukaran tahanan besar tetapi gagal mencapai terobosan soal isu wilayah. Kedua pihak mengatakan pembicaraan berjalan sulit.

Zelensky berulang kali menyatakan frustrasi karena negaranya diminta membuat kompromi yang tidak seimbang dibanding Rusia. Ukraina telah mengusulkan pembekuan konflik sepanjang garis depan saat ini.

Rusia menolak usulan tersebut dan Washington justru mendorong Kyiv mengubah wilayah yang kini dikuasainya di wilayah Donetsk menjadi zona ekonomi bebas di mana tidak ada pihak yang memiliki kontrol militer.

"Bahkan jika kita sampai pada pembentukan zona ekonomi bebas, kita tetap membutuhkan aturan yang adil dan dapat dipercaya," kata Zelensky.

Kedua pihak juga gagal mencapai pemahaman bersama mengenai kontrol atas pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia yang diduduki Rusia. Pasukan Rusia merebut pembangkit itu sejak awal konflik dan mempertahankan kendali sampai sekarang.

KEYWORD :

gencatan senjata Ukraina Rusia konflik Rusia Ukraina perang Rusia vs Ukraina




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :