Sabtu, 07/02/2026 21:10 WIB

Jelang Ramadan, Begini Adab dan Tata Cara Ziarah Kubur





Adab dan tata cara perlu diperhatikan agar ziarah bernilai ibadah.

Ilustrasi - melakukan ziarah ke kuburan sebelum memasuki bulan Ramadan (Foto: AI)

Jakarta, Jurnas.com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, ziarah kubur menjadi amalan yang banyak dilakukan umat Islam di Indonesia. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk doa kepada keluarga atau kerabat yang telah wafat, sekaligus pengingat bagi peziarah akan kehidupan setelah kematian.

Selain mendoakan ahli kubur, ziarah juga dimaknai sebagai sarana refleksi diri. Momentum ini dimanfaatkan untuk menata niat, membersihkan hati, dan mempersiapkan diri menyambut Ramadan dengan kesadaran spiritual yang lebih baik.

Dalam pelaksanaannya, ziarah kubur memiliki adab dan tata cara yang perlu diperhatikan agar sesuai dengan ajaran Islam. Ziarah tidak sekadar kegiatan rutin, tetapi ibadah yang harus dilakukan dengan sikap hormat dan niat yang benar.

Salah satu adab utama dalam ziarah kubur adalah meluruskan niat. Ziarah dilakukan semata-mata untuk mengingat akhirat dan mendoakan orang yang telah meninggal, bukan sekadar mengikuti kebiasaan atau tradisi semata. Selain itu, peziarah dianjurkan untuk bersuci dengan berwudhu sebelum memasuki area pemakaman sebagai bentuk menjaga kesucian diri.

Setibanya di makam, peziarah disunnahkan mengucapkan salam kepada penghuni kubur, seperti “Assalamu’alaikum ya ahlal qubur,” sebagai bentuk penghormatan. Selama berada di area makam, sikap sopan perlu dijaga dengan tidak duduk atau menginjak kuburan serta menghindari perilaku bercanda atau berbicara dengan suara keras.

Inti dari ziarah kubur adalah mendoakan ahli kubur. Peziarah dianjurkan memohonkan ampunan dan rahmat Allah SWT bagi mereka yang telah berpulang, seraya mengambil pelajaran tentang kefanaan hidup.

Dalam tata caranya, peziarah disunnahkan membaca ayat-ayat Al-Qur’an, seperti Surah Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, lalu menghadiahkan pahalanya untuk almarhum. Saat berdoa, dianjurkan menghadap kiblat sebagai bentuk adab dan penghormatan.

Peziarah juga diingatkan untuk menjaga kebersihan area makam serta tidak merusak fasilitas yang ada. Praktik-praktik yang tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam, seperti ritual tertentu dengan keyakinan khusus atau membawa sesajen, sebaiknya dihindari.

 

 
KEYWORD :

Adab dan tata cara perlu diperhatikan agar ziarah bernilai ibadah.




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :