Ilustrasi - ini sejarah dan asal usul hari Valentine (Foto: baronfig)
Jakarta, Jurnas.com - Hari Valentine bukan sekadar tanggal merah di kalender untuk bertukar bunga, cokelat, atau kartu ucapan.
Di balik kemeriahan perayaan kasih sayang, ada sejarah panjang dan makna yang melampaui ekspresi romantis biasa. Banyak orang menganggap Valentine hanya soal hadiah atau makan malam romantis, padahal akar budaya dan simbolismenya jauh lebih kompleks.
Asal-usul Valentine berkaitan dengan kisah seorang tokoh bernama Saint Valentine yang hidup di Kekaisaran Romawi abad ketiga. Ia dikenal sebagai sosok yang membela pasangan muda untuk menikah di tengah larangan resmi yang diberlakukan oleh Kaisar Claudius II. Kisah ini kemudian menginspirasi tradisi Hari Valentine sebagai perayaan kasih sayang.
Selain itu, tanggal 14 Februari juga berakar pada festival kuno yang jauh berbeda dari apa yang kita rayakan sekarang. Beberapa sejarawan menunjukkan bahwa sebagian tradisi modern Valentine Day memiliki hubungan dengan perayaan Romawi kuno Lupercalia yang dirayakan setiap pertengahan Februari dan berkaitan dengan kesuburan serta ritual sosial.
Makna Valentine Day pun berubah seiring waktu. Dari awalnya sebuah peringatan religius atas seorang martir, kini hari ini menjadi momentum untuk mengekspresikan cinta dalam berbagai bentuk, kepada pasangan, keluarga, sahabat, bahkan diri sendiri. Inilah lima makna Valentine Day yang sering terlewat namun tetap relevan hingga kini:
1. Valentine Day Berakar dari Seorang Martir Religius
Hari Valentine dinamai dari nama Saint Valentine, atau beberapa tokoh Valentine dalam tradisi Kristen awal, yang diperingati sebagai martir. Dalam catatan sejarah gereja, Valentine dipandang sebagai sosok yang berani membela keyakinan dan nilai cinta di tengah penindasan.
2. Perayaan yang Dulunya Tidak Romantis
Sebelum menjadi hari kasih sayang modern, kawasan Romawi kuno merayakan Lupercalia yang berkaitan dengan kesuburan dan pemurnian sosial pada pertengahan Februari. Meskipun hubungan langsungnya dengan Valentine masih diperdebatkan, perayaan ini memberikan konteks budaya yang lebih luas pada tanggal 14 Februari.
3. Ekspresi Cinta Tak Hanya untuk Pasangan
Valentine Day kini sering dimaknai lebih luas: bukan hanya untuk kekasih, tapi juga untuk teman, keluarga, dan orang-orang tersayang. Tradisi ini menegaskan bahwa kasih sayang adalah nilai universal yang layak dirayakan dalam banyak hubungan.
4. Tradisi Kartu Cinta yang Kuno
Pertukaran kartu Valentine yang romantis bukan fenomena baru. Surat cinta yang ditandatangani “Your Valentine” telah muncul sejak Abad Pertengahan, menunjukkan bahwa manusia telah lama menggunakan kata-kata tulus untuk mengekspresikan rasa cinta.
5. Simbol-simbol Valentine Memiliki Makna Mendalam
Simbol seperti hati, Cupid, dan bunga mawar merah bukan sekadar ornamen: mereka merepresentasikan kasih, gairah, dan komunikasi emosional. Red rose, misalnya, populer sejak abad ke-17 sebagai lambang cinta yang mendalam antara dua insan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Hari Valentine 14 Februari Saint Valentine Kaisar Claudius II



















