Jum'at, 06/02/2026 00:11 WIB

Cuaca Ekstrem Menggila, DPR Sentil Lemahnya Pengelolaan SDA





Ini bukan lagi soal kejadian alam semata. Ini soal bagaimana manusia, lewat kebijakan dan regulasi, gagal menjaga keseimbangan lingkungan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS, Nasir Djamil. (Foto: Dok. Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Bencana memang dari alam. Tapi kalau manusia gagal mengelolanya, dampaknya bisa jauh lebih besar dan merusak sendi-sendi kehidupan.

Nada keras itu dilontarkan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Nasir Djamil, menanggapi cuaca ekstrem global yang kian tak terkendali. Dari banjir besar di Amerika Serikat hingga hujan ekstrem dan bencana hidrometeorologi yang berulang di Tanah Air, perubahan iklim kini tak lagi bisa dianggap sekadar isu masa depan.

Menurut Nasir, rangkaian bencana tersebut menjadi alarm serius bagi semua negara, termasuk Indonesia. Ia menilai lemahnya pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan mitigasi bencana turut memperparah dampak cuaca ekstrem.

“Ini bukan lagi soal kejadian alam semata. Ini soal bagaimana manusia, lewat kebijakan dan regulasi, gagal menjaga keseimbangan lingkungan,” tegasnya.

Pernyataan Nasir disampaikan dalam Diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk “Cuaca Ekstrem, Sinergi dan Kolaborasi Bersama Atasi Bencana” yang digelar Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bersama Biro Pemberitaan DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (5/2).

Nasir mengungkapkan, ia sempat berkomunikasi dengan seorang warga negara Indonesia yang tinggal di salah satu kota di Amerika Serikat dan terdampak banjir besar yang terjadi bersamaan dengan turunnya salju ekstrem.

“Ini menunjukkan cuaca ekstrem sudah lintas negara. Bukan lagi kejadian insidental,” ujarnya.

Ia menegaskan, regulasi pengelolaan SDA memegang peran kunci dalam upaya mitigasi bencana. Tanpa aturan yang tegas dan pelaksanaan yang konsisten, eksploitasi berlebihan akan terus memperbesar risiko bencana kemanusiaan.

“Energi sinergi dan kolaborasi menghadapi bencana jangan berhenti di wacana atau dokumen kebijakan. Harus ada tindakan nyata,” tandas Nasir.

Ia berharap forum diskusi seperti Dialektika Demokrasi tidak sekadar menjadi ajang tukar gagasan, tetapi mampu mendorong langkah konkret lintas sektor pemerintah, legislatif, hingga masyarakat untuk menghadapi cuaca ekstrem secara lebih serius dan berkelanjutan.

 

 

 

KEYWORD :

Warta DPR Komisi III Nasir Djamil Dialektika Demokrasi cuaca ekstrem bencana banjir




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :