Kamis, 05/02/2026 15:06 WIB

Asal-usul Padusan, Ritual Mandi Menjelang Ramadan di Jawa





Tradisi padusan merupakan kebiasaan lama masyarakat Jawa yang dilakukan menjelang bulan Ramadan

Ilustrasi Tradisi Padusan untuk sambut Ramadan (Foto: Antara Foto/Aloysius Jarot Nugroho)

Jakarta, Jurnas.com - Tradisi padusan merupakan kebiasaan lama masyarakat Jawa yang dilakukan menjelang bulan Ramadan. Praktik ini telah dikenal sejak masa sebelum Islam berkembang secara luas di tanah Jawa.

Secara etimologis, istilah padusan berasal dari kata adus dalam bahasa Jawa yang berarti mandi. Dalam konteks tradisi lama, mandi memiliki makna penting sebagai simbol pembersihan diri sebelum memasuki fase atau waktu tertentu.

Dihimpun dari berbagai sumber, kebiasaan ini telah dikenal dalam budaya Jawa sejak masa Hindu-Buddha, ketika ritual penyucian diri dengan air menjadi bagian dari kehidupan spiritual masyarakat.

Ketika Islam mulai berkembang di Jawa pada abad ke-14 dan 15, tradisi lokal tersebut tidak serta-merta ditinggalkan. Sebaliknya, kebiasaan mandi sebagai simbol penyucian diri kemudian dikaitkan dengan momentum menjelang Ramadan.

Dalam catatan sejarah dan tradisi lisan, padusan biasanya dilakukan di sumber-sumber air alami seperti mata air, sungai, atau umbul. Lokasi tersebut dianggap penting karena air dipandang sebagai unsur utama dalam proses penyucian.

Pada masa lalu, padusan juga menjadi bagian dari aktivitas komunal yang melibatkan banyak warga desa.

Pada era kerajaan Islam di Jawa, seperti Kesultanan Demak dan Mataram Islam, tradisi padusan tetap berlangsung di tengah masyarakat.

Meski tidak diatur secara resmi oleh lembaga keagamaan, padusan hidup sebagai praktik budaya yang melekat pada kehidupan sosial masyarakat Jawa, terutama di wilayah pedesaan.

Hingga kini, padusan dipahami sebagai warisan budaya masyarakat Jawa yang berakar dari sejarah panjang interaksi antara tradisi lokal dan pengaruh Islam.

KEYWORD :

Tradisi Sambut Ramadan Tradisi Padusan Padusan Ramadan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :