Arsip foto - Dua alat berat tengan membersihkan bekas bencana banjir di Sumatra (Foto: BNPB)
Jakarta, Jurnas.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa anggaran untuk kebutuhan pencegahan bencana masih minim.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan bahwa untuk memenuhi kebutuhan mitigasi bencana, pihaknya berupaya agar mendapatkan tambahan dana lewat pinjaman luar negeri.
Hal ini disampaikan oleh Kepala BNPB Suharyanto dalam rapat kerja Menteri Sosial, Kepala BNPB, Kepala BPKH, dan Baznas dengan Komisi VIII DPR RI, di Jakarta, Selasa (4/2/2026).
"Kami berupaya untuk tetap memaksimalkan kemampuan penanggulangan bencana dalam aspek pencegahan atau mitigasi antara lain karena APBN terbatas, kami pun berupaya untuk dapat disetujui mendapat alokasi pinjaman luar negeri," kata Suharyanto.
Suharyanto mengatakan bahwa dengan anggaran BNPB yang relatif terbatas yaitu berkisar Rp17 milair hingga Rp19 miliar per tahun dinilai masih belum mencukupi kebutuhan mitigasi.
Untuk itu, lanjut dia, pihaknya memanfaatkan dana siap pakai. Dana siap pakai adalah anggaran untuk BNPB ketika terjadi bencana atau saat status bencana masuk siaga darurat dan tanggap darurat.
"Kadang-kadang bencana ini bukan sesuatu yang baru tetapi kejadian yang berulang. Kadang-kadang berulangnya di daerah yang sama. Sehingga ketika daerah itu sudah terjadi bencana, DSP (Dana Siap Pakai) ini kami memanfaatkan juga untuk membangun pencegahan sebagai persiapan menghadapi kemungkinan bencana di masa depan," kata Suharyanto.
Lebih lanjut, Suharyanto menambahkan bahwa pihaknya pun bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merumuskan konsep peringatan dini gempa bumi dan tsunami.
Suharyanto menyampaikan bahwa BNPB berhasil memperoleh pinjaman luar negeri sebesar Rp949.168.712.486 yang digunakan untuk membangun pusat pengendalian operasi di 34 provinsi dan 30 kabupaten kota.
"Kemudian di sepanjang pantai yang seringkali terjadi gempa bumi, tsunami, sudah ada sensor-sensor apabila tinggi muka air naik itu mengirimkan peringatan dini kepada pusat pengendalian operasi yang ada di BPBD-BPBD, dan daerah-daerah evakuasi sudah ada juga rambu-rambu," kata Suharyanto.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Anggaran BNPB Mitigasi Bencana Ketua BNPB Pinjaman Luar Negeri

















