Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi (Foto: Ant)
Istanbul, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Iran menyoroti kehadiran militer Amerika Serikat di Teluk Persia. Dalam pernyataannya pada Sabtu, Teheran menilai Washington bertindak melampaui batas dengan mencoba mengatur aktivitas militer Iran di wilayah yang berada dekat dengan perbatasannya sendiri.
Melalui unggahan di platform media sosial X, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membandingkan jarak geografis kedua negara. Ia menyertakan peta yang menunjukkan posisi Iran dan Amerika Serikat, sekaligus menandai Selat Hormuz untuk menegaskan bahwa kawasan tersebut berada sangat dekat dengan wilayah Iran.
“Beroperasi di lepas pantai kami, militer AS kini mencoba mendikte bagaimana Angkatan Bersenjata kami yang kuat harus melakukan latihan menembak di wilayah mereka sendiri,” ujarnya.
Araghchi juga menanggapi pernyataan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) yang menyerukan sikap “profesional” dari militer Iran. Ia menilai sikap itu bertolak belakang dengan kebijakan Washington dan Uni Eropa yang menetapkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai organisasi teroris.
“Inilah tingkat absurditas yang kini dihadapi dunia,” tulis Araghchi, seraya menambahkan bahwa sejumlah pemerintah Eropa memilih untuk menyelaraskan diri dengan kebijakan tersebut.
Menlu Iran Kunjungi Jepang, Perdana sejak 2019
Menurut dia, IRGC selama ini justru berperan penting dalam menjaga stabilitas kawasan, khususnya di Teluk Persia dan Selat Hormuz.
“Di kawasan kami, IRGC dikenal sebagai kekuatan yang disegani dan telah membuktikan diri di medan tempur melawan kelompok teroris maupun kekuatan militer yang melakukan invasi,” tambahnya.
Araghchi menekankan bahwa keamanan jalur pelayaran dan kebebasan navigasi kapal dagang di Selat Hormuz merupakan kepentingan strategis, tidak hanya bagi Iran, tetapi juga bagi negara-negara tetangga di kawasan.
Ia menilai keterlibatan kekuatan militer dari luar kawasan kerap berujung pada peningkatan ketegangan, bukan menurunkan eskalasi sebagaimana yang sering diklaim.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya kehadiran militer Amerika Serikat di Teluk Persia serta memanasnya hubungan Washington dan Teheran.
Presiden AS Donald Trump dalam beberapa kesempatan kembali melontarkan ancaman terhadap Iran dan pada Sabtu menyatakan bahwa Washington telah mengirim armada besar ke arah Iran, bahkan disebut lebih besar dibandingkan kekuatan yang dikerahkan ke Venezuela.
Di sisi lain, Iran pada Kamis lalu mengumumkan rencana latihan angkatan laut dengan tembakan langsung di Selat Hormuz pada pekan depan. Latihan itu digelar di tengah kekhawatiran meningkatnya potensi konfrontasi militer dengan Amerika Serikat.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur perairan vital bagi perdagangan energi global, karena sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melintas melalui kawasan tersebut. (Anadolu)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Menlu Iran kehadiran militer Amerika Serikat Teluk Persia Abbas Araghchi





















