Minggu, 01/02/2026 14:41 WIB

Populasi Alga Beracun Meledak, Diduga Akibat Polusi Plastik





Ledakan populasi alga berbahaya, mulai dari red tide beracun hingga hamparan alga hijau yang menutupi permukaan air, terjadi di berbagai belahan dunia.

Ilustrasi populasi alga beracun di perairan (Foto: Earth)

Jakarta, Jurnas.com - Ledakan populasi alga berbahaya, mulai dari red tide beracun hingga hamparan alga hijau yang menutupi permukaan air, semakin sering terjadi di berbagai belahan dunia.

Fenomena ini bukan sekadar gangguan visual, tetapi dapat meracuni biota laut, menutup kawasan wisata pantai, merusak perikanan, hingga menimbulkan risiko kesehatan bagi manusia.

Selama puluhan tahun, kelebihan nutrisi dari pupuk dan limbah dianggap sebagai penyebab utama ledakan alga. Namun penelitian terbaru dari University of California San Diego (UC San Diego) menunjukkan bahwa polusi plastik, khususnya mikroplastik berbahan bakar fosil, mungkin ikut memperparah kondisi tersebut.

Dalam eksperimen selama tiga bulan, dikutip dari Earth pada Minggu (1/2), para peneliti mensimulasikan ekosistem perairan menggunakan 30 tangki yang menyerupai kolam alami. Mereka membandingkan dampak plastik berbasis minyak bumi dengan plastik biodegradable terhadap keseimbangan ekosistem.

Hasilnya, tangki yang mengandung plastik konvensional menunjukkan penurunan tajam populasi zooplankton, organisme kecil yang berperan sebagai pemakan alami alga. Ketika zooplankton berkurang, alga berkembang tanpa kendali dan memicu kondisi mirip ledakan alga di alam.

Sebaliknya, plastik biodegradable menunjukkan dampak yang jauh lebih kecil terhadap zooplankton dan kestabilan ekosistem secara keseluruhan.

Para peneliti menilai fenomena ini sebagai gangguan `top-down`, yakni alga tidak meledak karena nutrisi berlebih, melainkan karena hilangnya organisme pengendali alami. Selain itu, perubahan komunitas mikroba di sekitar plastik juga terdeteksi, meski mekanismenya masih diteliti lebih lanjut.

Studi ini menunjukkan bahwa mikroplastik bukan hanya mencemari lingkungan secara fisik, tetapi juga dapat mengubah struktur ekosistem dan memperbesar risiko ledakan alga beracun.

Meski plastik biodegradable bukan tanpa dampak, peralihan dari plastik berbasis fosil dinilai dapat mengurangi tekanan ekologis di perairan.

Para peneliti menekankan bahwa ledakan alga kemungkinan memiliki banyak pemicu. Nutrisi berlebih mempercepat pertumbuhan alga, sementara polusi plastik melemahkan sistem alami yang seharusnya menjaga keseimbangan ekosistem.

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Communications Sustainability.

KEYWORD :

polusi plastik laut ledakan alga mikroplastik perairan alga beracun




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :