Sabtu, 31/01/2026 00:42 WIB

Cegah Stunting, Rumah Zakat dan BRI Life Gelar Program Intervensi Gizi





Penurunan ini menunjukkan tren positif, turun dari 21,6% pada 2022 dan 21,5% pada 2023.

Program pencegahan stunting di Desa Jaura, Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat. Foto: dok. jurnas

JAKARTA, Jurnas.com - Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024 yang dirilis Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting nasional berhasil diturunkan menjadi 19,8%.

Penurunan ini menunjukkan tren positif, turun dari 21,6% pada 2022 dan 21,5% pada 2023.

Meski demikian, pemerintah terus mendorong berbagai upaya kolaboratif untuk menurunkan angka stunting secara berkelanjutan demi mencapai target jangka panjang.

Data yang tercermin positif ini harapannya dapat membangkitkan dan menggencarkan beragam upaya, agar terus dilakukan pencegahan dan penurunan angka stunting. Hal ini menjadi fokus perhatian bersama, pasalnya, dampak stunting dapat memengaruhi pertumbuhan anak dalam jangka panjang.

Bekerja sama dengan Rumah Zakat, BRI Life melaksanakan program pencegahan stunting balita melalui intervensi gizi di Desa Cijaura, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat.

Implementasi program ini meliputi edukasi dan pelatihan kelas bebas stunting, pemantauan tumbuh kembang anak secara intensif melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, serta screening perkembangan dan status gizi anak.

Selain itu, diberikan juga dukungan sarana berupa penyediaan dapur gizi guna menunjang kegiatan dalam produksi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal, serta dukungan gizi khusus untuk Baduta/balita kategori undernutrition melalui pemberian makanan tambahan setiap hari selama enam bulan secara terukur dan termonitor, mulai bulan Februari sampai dengan Juli 2026.

“Dengan memberikan edukasi kesehatan, pemantauan perkembangan, serta asupan makanan bergizi selama 6 bulan bagi anak-anak di bawah usia 5 tahun dan Ibu Hamil,” kata Pejabat Eksekutif BRI Life Aestika Oryza Gunarto melalui keterngannya, Jumat (30/1/2026).

Aestika menegaskan, program CSR ini diharapkan dapat membantu pemerintah mencegah dan menurunkan angka prevalensi stunting serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainabilty and Development Goal’s atau SDG’s.

“Kami pastikan bantuan ini dapat tersalurkan kepada penerima dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.” ujarnya.

“Harapannya, kontribusi ini dapat membawa kebaikan dan manfaat bagi banyak orang, khususnya dapat menurunkan angka stunting di Desa Cijaura,” tutup Aestika.

KEYWORD :

cegah Stunting Intevensi Gizi Aestika Oryza




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :