Gunung Sanggabuana (Foto: Wisata Alam Karawang)
Jakarta, Jurnas.com - Gunung Sanggabuana merupakan salah satu gunung penting di Jawa Barat yang terletak di wilayah Kabupaten Karawang dan Bogor. Dengan ketinggian sekitar 1.291 meter di atas permukaan laut, gunung ini menjadi yang tertinggi sekaligus satu-satunya di Karawang.
Belakangan, Gunung Sanggabuana kembali menjadi sorotan setelah beredarnya video macan tutul Jawa yang terluka di kawasan hutan tersebut. Peristiwa ini mengingatkan publik bahwa Sanggabuana bukan sekadar gunung, melainkan habitat satwa yang rentan terhadap tekanan manusia.
Popularitas Gunung Sanggabuana tidak hanya ditopang oleh kekayaan satwa dan keindahan bentang alamnya, tetapi juga oleh jejak sejarah serta nilai budaya yang melekat sejak lama.
Di balik ketenarannya, asal-usul nama “Gunung Sanggabuan” turut menyimpan beragam penafsiran. Lantas, mengapa dinamakan Gunung Sanggabuana? Bagaimana asal usul penamaannya? Berikut adalah ulasannya yang dirangkum dari berbagai sumber.
Di balik perannya sebagai bentang alam penting, nama Gunung Sanggabuana menyimpan berbagai tafsir yang hidup dalam sejarah dan kepercayaan masyarakat Sunda. Hingga kini, belum ditemukan sumber tertulis yang secara pasti menjelaskan asal-usul penamaan gunung tersebut.
Salah satu penafsiran mengaitkan Gunung Sanggabuana dengan Prabu Siliwangi, raja besar Kerajaan Sunda Pajajaran. Kawasan ini dipercaya sebagai salah satu patilasan Prabu Siliwangi dalam laku lampah spiritualnya, sehingga gunung dipandang sebagai ruang sakral.
Dalam kepercayaan Sunda, gunung kerap dimaknai sebagai titik pertemuan antara alam nyata dan alam batin. Oleh karena itu, nama Sanggabuana kerap ditafsirkan sebagai simbol penyangga kehidupan dan keseimbangan dunia.
Kisah Nabi Musa AS yang Menampar Malaikat Maut
Versi lain menyebut Sanggabuana berasal dari kata “sangga” yang berarti penyangga dan “buana” yang berarti dunia. Tafsir ini sejalan dengan fungsi ekologis gunung sebagai penopang kehidupan bagi wilayah Karawang dan sekitarnya.
Sementara itu, versi berbeda menafsirkan kata “sangga” sebagai “sanga” atau sembilan. Penafsiran ini kemudian dikaitkan dengan tradisi Wali Songo dan penyebaran Islam di Jawa, yang memperkaya makna nama Sanggabuana secara historis.
Kuatnya nilai spiritual tersebut tercermin dari banyaknya makam leluhur dan situs ziarah di kawasan Gunung Sanggabuana. Hingga kini, gunung ini masih kerap didatangi peziarah untuk berdoa dan melakukan ritual keagamaan.
Selain nilai spiritual, Sanggabuana juga memiliki sejarah panjang sebagai ruang kehidupan dan perjuangan. Lereng gunung ini pernah menjadi tempat tinggal manusia sejak masa prasejarah hingga basis gerilya pejuang kemerdekaan.
Makna nama Gunung Sanggabuana pun tidak dapat dilepaskan dari kondisi alamnya di masa lalu. Hutan yang lebat dan luas membuat kawasan ini dijuluki sebagai “Kalimantan-nya” di jantung Jawa Barat.
Dengan berbagai lapisan makna tersebut, nama Gunung Sanggabuana bukan sekadar penanda geografis. Ia merepresentasikan hubungan panjang antara alam, sejarah Sunda, spiritualitas, dan identitas masyarakat sekitarnya. (*)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Gunung Sanggabuana Jawa Barat Kabupaten Karawang



















