Kamis, 29/01/2026 17:45 WIB

Wamendikdasmen Lepas Ribuan Peserta Kursus OTC Bali ke Luar Negeri





Wamendikdasmen Atip Latipulhayat melepas lebih dari 1.000 peserta kursus di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Overseas Training Center (OTC) Bali, Gianyar.

Peserta LKP OTC Bali (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat melepas lebih dari 1.000 peserta kursus di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Overseas Training Center (OTC) Bali, Gianyar, pada Selasa (27/1) lalu.

Para peserta kursus yang lulus akan memulai karier profesional di Amerika Serikat, Jepang, Turki, hingga berbagai negara di Eropa.

Wamen Atip menitipkan pesan mendalam kepada para lulusan. Dia optimistis wawasan dan inovasi yang didapatkan murid LKP OTC Bali di mancanegara akan menjadi modal berharga bagi kemajuan bangsa.

"Saya berharap, sekembalinya ke tanah air nanti, kontribusi dan pengalaman internasional yang saudara-saudara dapati dapat dipersembahkan demi kemajuan negeri tercinta ini," kata Wamen Atip dalam siaran pers pada Rabu (28/1).

Penanggung Jawab sekaligus CEO LKP OTC Bali, I Wayan Rediyasa, menyatakan bahwa pencapaian ini adalah buah dari konsistensi lembaga dalam mendidik para murid agar kompetensinya sejalan dengan kebutuhan industri.

Dia menekankan bahwa keberhasilan para lulusan dari berbagai LKP di Bali ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Rediyasa optimistis bahwa para lulusan ini akan menjadi tulang punggung keluarga sekaligus menjadi representasi unggul SDM Indonesia di kancah internasional.

"Fokus kami di bidang perhotelan dan tiap tahun rutin melatih peserta didik dengan kebutuhan industri. Tahun lalu kami mengirimkan 3.000 lulusan ke luar negeri. Tahun ini terdapat 1.000 lulusan yang berkarier ke luar negeri untuk batch pertama," kata I Wayan Rediyasa.

Direktur LKP OTC Denpasar, Ngakan Putu Perwita, menambahkan bahwa kunci keberhasilan penyerapan tenaga kerja ini terletak pada struktur program yang intensif.

Selama satu tahun, para murid menjalani enam bulan pembelajaran teori di kampus dan enam bulan praktik kerja nyata atau magang. Strategi ini terbukti efektif karena banyak murid yang langsung ditawari posisi permanen oleh perusahaan bahkan sebelum masa magang mereka usai.

"Kualitas kinerja mereka dianggap sebagai `latihan terbaik` oleh industri. Jurusan kuliner dan tata graha (housekeeping) saat ini menjadi yang paling diminati, baik untuk penempatan di hotel berbintang maupun kapal pesiar mewah," ujar Ngakan.

Ngakan mencatat bahwa pada 2025 saja, hampir 3.000 peserta didik menimba ilmu di jaringan LKP mereka, dengan konsentrasi terbesar berada di cabang Denpasar.

Kisah inspiratif datang dari Ni Komang Sinta Ami, lulusan jurusan kuliner dari OTC Klungkung. Gadis yang mengambil program Diploma 2 ini akan segera berangkat pada Maret mendatang.

Bagi Sinta, beralih dari jurusan Front Office saat SMK ke bidang kuliner di LKP adalah tantangan besar yang mengubah hidupnya. Selama pelatihan, ia digembleng melalui teori dan praktik intensif demi mengasah hobinya memasak menjadi keahlian profesional.

"Dunia dapur itu keras, butuh mental dan fisik yang kuat. Kita tidak boleh `baper` atau terlalu sensitif. Moto saya hanya satu, siap tidak siap, harus siap," ujar Sinta.

KEYWORD :

Wamen Atip Latipulhayat LKP OTC Bali I Wayan Rediyasa




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :