Kamis, 29/01/2026 16:46 WIB

Wamentrans Sebut Desa Memiliki Peran Strategis dalam Pembangunan Nasional





Keberadaan desa sangat penting sehingga Presiden Prabowo Subianto memasukkan pembangunan desa dalam Asta Cita

Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi saat menerima kunjungan dari tujuh kepala desa di ruang kerjanya, Gedung C, Kompleks Kantor Kementerian Transmigrasi (Foto: Humas Kementrans) (Foto: Humas Kementrans)

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Menteri Transmigrasi (Wamaentrans) Viva Yoga Mauladi mengatakan bahwa desa-desa, termasuk yang berada di kawasan transmigrasi, memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional.

“Keberadaan desa sangat penting sehingga Presiden Prabowo Subianto memasukkan pembangunan desa dalam Asta Cita," ujar Wamentrans, merujuk pada visi dan misi tersebut, membangun dari desa dan dari bawah guna pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan. 

Hal tersebut disampaikan Wamentrans saat menerima tujuh kepala desa di Ruang Kerja, Gedung C, Komplek Kantor Kementerian Transmigrasi, Kalibata, Jakarta, baru-baru ini.

Dalam kesempatan itu, Wamentrans menjelaskan, pembangunan wilayah tidak dapat dilepaskan dari peran desa. Program transmigrasi yang telah berjalan sejak masa Presiden Soekarno hingga saat ini, menurutnya, telah melahirkan 1.567 desa, 466 kecamatan, 116 kabupaten, dan tiga provinsi, yakni Sulawesi Barat, Kalimantan Utara, dan Papua Selatan. “Mekarnya suatu daerah itu dimulai dari desa,” kata dia.

Di kawasan transmigrasi, lanjutnya, desa-desa berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjadi sentra tanaman pangan. Viva Yoga mencontohkan Desa Telang Rejo, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, yang berkontribusi sebagai lumbung pangan berkat tingginya produktivitas tanaman padi.

Selain itu, banyak desa lain yang memiliki potensi unggulan di sektor buah-buahan, sayuran, hingga tanaman industri. Menurutnya, Kementerian Transmigrasi memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memberdayakan desa-desa di kawasan transmigrasi.

“Kami memberikan bantuan agar organisasi desa semakin berdaya dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ujarnya. Bantuan tersebut, lanjutnya, digunakan untuk mengatasi berbagai persoalan infrastruktur, seperti pembangunan jalan dan tanggul. “Salah satu bentuk bantuan adalah pembangunan jalan desa agar akses perekonomian masyarakat menjadi lebih lancar,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Viva Yoga turut menyoroti pentingnya satu data desa, aplikasi terpadu yang akan menghimpun informasi, bantuan, dan subsidi dari berbagai kementerian. Menurutnya, sistem ini akan memudahkan akses dukungan bagi desa sekaligus mencegah tumpang tindih data.

Viva Yoga juga menyoroti persoalan lain yang kerap dihadapi desa, yakni status kepemilikan lahan yang sering memicu sengketa. Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi terus berkoordinasi dan bersinergi dengan kementerian terkait, seperti Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Kehutanan, guna menyelesaikan persoalan lahan hingga tuntas dan memastikan kepemilikan masyarakat bersertifikat hak milik (SHM).

“Semua upaya ini kami lakukan agar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dapat terealisasi,” kata Viva Yoga.

 

 
KEYWORD :

Wakil Mentrans Viva Yoga Mauludi Pemberdayaan Desa Kawasan Transmigrasi




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :