Puncak Gunung Sanggabuana (Foto: Via Kabar Priangan)
Jakarta, Jurnas.com - Gunung Sanggabuana merupakan gunung yang berada di Provinsi Jawa Barat dengan ketinggian sekitar 1.291 meter di atas permukaan laut. Gunung ini tercatat sebagai gunung tertinggi sekaligus satu-satunya di Kabupaten Karawang dan sebagian wilayah Kabupaten Bogor.
Baru-baru ini, Gunung Sanggabuana kembali menjadi sorotan publik menyusul dugaan perburuan liar terhadap macan tutul Jawa, satwa dilindungi yang hidup di kawasan tersebut. Kasus ini mengingatkan pentingnya mengenal Gunung Sanggabuana sebagai ruang hidup satwa liar sekaligus penyangga ekosistem regional.
Dikutip dari berbagai sumber, secara administratif, Gunung Sanggabuana berada di Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, serta Kecamatan Tanjungsari, Jonggol, Kabupaten Bogor. Kawasan ini juga terletak di perbatasan empat kabupaten, yakni Karawang, Purwakarta, Cianjur, dan Bogor.
Dari sisi geologi, Gunung Sanggabuana termasuk dalam Formasi Jatiluhur dan dipisahkan oleh Sungai Ci Beet dari rangkaian Pegunungan Jonggol. Posisi tersebut menjadikannya benteng alam yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan Jawa Barat bagian utara.
Hutan Gunung Sanggabuana hingga kini masih relatif terjaga dengan pepohonan besar yang tumbuh rapat dan menjulang puluhan meter. Di kawasan ini, pohon kemenyan dan vegetasi hutan hujan tropis masih dapat dijumpai secara alami.
Kondisi hutan tersebut menopang keberadaan berbagai satwa endemik Jawa. Selain owa Jawa, lutung, dan elang, Gunung Sanggabuana juga menjadi habitat macan tutul Jawa sebagai predator puncak.
Berdasarkan data Sanggabuana Conservation Foundation, Pegunungan Sanggabuana memiliki ratusan jenis satwa liar serta ratusan titik mata air. Fakta ini memperkuat peran Gunung Sanggabuana sebagai kawasan penyangga kehidupan bagi wilayah Karawang dan sekitarnya.
Seiring meningkatnya tekanan terhadap kawasan hutan, status Gunung Sanggabuana yang saat ini masih sebagai hutan produksi tengah diusulkan berubah menjadi kawasan konservasi. Usulan perubahan fungsi menjadi taman nasional telah mendapat persetujuan Komisi IV DPR RI dan Kementerian Kehutanan sejak 2022.
Di luar fungsi ekologisnya, Gunung Sanggabuana juga dikenal sebagai tujuan pendakian dan wisata alam. Jalur pendakian via Karawang menawarkan rute terjal yang melewati persawahan, perkampungan kecil, perkebunan kopi, hingga kawasan hutan.
Selain itu, kawasan ini memiliki nilai budaya dan spiritual yang kuat. Di puncak gunung terdapat makam Ki Sapujagat yang kerap dikunjungi peziarah, dengan panorama Kota Karawang dan Bendungan Jatiluhur terlihat dari kejauhan.
Gunung Sanggabuana bukan hanya bentang alam, melainkan identitas dan kebanggaan masyarakat eks Keresidenan Karawang. Oleh karena itu, mengenal Gunung Sanggabuana menjadi langkah awal untuk menjaga kelestariannya di tengah berbagai ancaman yang terus mengintai.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Gunung Sanggabuana Gunung Tertinggi Karawang Jabar Gunung di Karawang





















