Ilustrasi hubungan yang toxic (foto:SINDOnews)
Jakarta, Jurnas.com – Awalnya kamu tidak merasa kalau si Dia merupakan pasangan toxic, tapi berjalannya waktu kok seringkali diintimidasi. Jika itu terjadi, segeralah bebaskan diri dari pasangan toxic dengan cara yang baik dan aman.
Suatu hubungan kasih dilandasi pada kasih sayang, kejujuran dan saling menghormati. Namun kamu tidak merasa bahagia dan dia membuatmu merasa kecil, takut dan kehilangan arah. Walaupun kamu masih sayang, jangan ragu untuk bertindak dan meninggalkannya.
Berikut panduan membebaskan diri dari pasangan yang toxic dengan cara yang sehat dan aman:
Kenali Tanda Pasangan Toxic
Pasangan bisa disebut toxic jika sering merendahkan, menyalahkan, atau mengontrol kamu. Bukan itu saja, kamu dibuat merasa bersalah terus-menerus. Secara perlahan tapi pasti, dia akan mengisolasi kamu dari teman dan keluarga. Pasangan posesif akan mengikat dan tidak akan rela melepaskanmu.
Tanpa belas kasih, dia telah memanipulasi emosi (gaslighting), tidak menghargai batasan dan perasaanmu. Jika kamu lebih sering merasa lelah, takut, atau kehilangan diri sendiri dibanding merasa dicintai, itu alarm serius.
Sadari: Kamu Tidak Berlebihan
Banyak korban toxic relationship berpikir “Aku terlalu sensitif” atau “Ini salahku.” Singkirkan pikiran tersebut, sebab itu bukan salahmu. Perasaanmu valid. Rasa sakitmu nyata.
Tentukan Batasan (Boundary)
Kumpulkan kepercayaan diri, mulailah berani mengatakan “tidak” tanpa merasa bersalah. Sampaikan kamu menolak perlakuan yang menyakitkan. Tidak perlu kamu meladeni Dia dengan menjelaskan berlebihan untuk membela diri. Jika batasanmu terus dilanggar, itu tanda hubungan tidak sehat.
Siapkan Dukungan
Menghadapi orang toxic atau posesif jangan sendirian. Hilangkan keraguan untuk bercerita ke teman atau keluarga yang tepercaya. Kamu juga bisa mencari komunitas atau konselor/psikolog untuk membantumu melepaskan dan menyembuhkan diri dari hubungan toxic.
Jika kamu mengalami kekerasan baik secara verbal atau fisik maupun emosional, segera sudahi jalinanmu dengannya. Ingat, prioritaskan keselamatanmu.
Jika Aman, Lepas Secara Tegas
Saat kamu memutuskan pergi dari hubungan posesif, jangan berdebat panjang. Sampaikan dengan singkat dan jelas. Kurangi bahkan jika perlu hentikan kontak yang terhubung dengannya. Kamu tidak wajib menjelaskan berulang-ulang pada orang yang tidak mau berubah. Kuatkan tekad dan semangati diri agar tidak mundur dari keputusan.
Setelahnya, Pulihkan Diri
Setelah kamu melepaskannya wajar saja kamu merasa sedih, rindu, kecewa dan merasa bersalah. Namun, singkirkan perasaan negatif atas keputusan yang diambil. Ini bagian dari proses. Dengan berjalannya waktu, kamu dapat menerima dan bersyukur terlepas dari cengkraman orang yang ingin menguasaimu.
Fokuslah pada mengenal diri sendiri lagi, merawat emosi dan membangun harga diri. Sibukkan diri pada hal positif seperti gali minatmu, berolahraga, hangout bersama sahabat atau liburan bersama keluarga.
Yakinlah, kamu pantas untuk dihargai, dicintai dan diinginkan. Kamu tidak kehilangan pasangan, tapi kamu menyelamatkan diri sendiri.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pasangan Toxic Hubungan Toxic Orang Toxic toxic relationship






















