Tangkapan layar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (TVRParlemen)
Jakarta, Jurnas.com - Polri lebih ideal berada langsung di bawah Presiden, agar tugas kepolisian dapat dijalankan secara maksimal dan fleksibel.
Hal itu disampaikan KapolriJenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat kerja Komisi III DPR RI bersama Kapolda seluruh Indonesia di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1).
Menurut dia, kondisi geografis Indonesia yang sangat luas dengan 17.380 pulau dan jumlah masyarakat yang besar membuat struktur kepolisian langsung di bawah Presiden menjadi yang paling tepat.
“Kita memiliki 17.380 pulau dan apabila dibentangkan sebagaimana disampaikan oleh Bapak Presiden, luas kita setara dari London sampai Moskow,” ujar Kapolri.
Dia melanjutkan, sejarah kelembagaan Polri menunjukkan berbagai perubahan. Polri pernah berada di bawah kementerian, di bawah perdana menteri, dan tergabung dalam ABRI bersama TNI dengan pendekatan militeristik.
Setelah reformasi, Polri terpisah dari TNI, menjadi momentum untuk membangun doktrin, struktur akuntabilitas, dan mekanisme kerja sebagai civilian police.
“Polri memiliki doktrin to serve and protect dengan prinsip tata tentrem kerta raharja (keadaan tentram, tertib, dan sejahtera), bukan to kill and destroy. Tentulah ini yang membedakan antara TNI dan Polri,” tandasnya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Warta DPR Komisi III Rapat Kerja Listyo Sigit Prabowo Polri di bawah Presiden


















