Sabtu, 17/01/2026 15:13 WIB

Adian Minta PT Antam Gerak Cepat Evakuasi Korban Asap Tambang Pongkor





Kalau kita mendekat ke lokasi, kondisinya mirip asap fogging, tetapi jumlahnya sangat banyak dan berbahaya.

Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI Adian Napitupulu (tiga dari kiri) di lokasi tambang emas Pongkor, Jawa Barat. (Foto: Ist)

Bogor, Jurnas.com – Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Adian Napitupulu, meninjau langsung lokasi timbulan asap putih tebal di area tambang emas PT Antam Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat baru-baru ini, menyusul laporan meninggalnya enam warga serta hilangnya sejumlah warga lainnya.

Wasekjen PDIP ini menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya enam warga Desa Bangun Jaya, Kecamatan Cigudeg, yakni Firman, Asri, Soni, Barok, Deni, dan Adun.

Para korban diketahui beraktivitas sebagai gurandil dan diduga meninggal dunia akibat kehabisan oksigen setelah terpapar asap putih yang memenuhi terowongan tambang.

Selain korban meninggal, Adian mengungkapkan masih terdapat sejumlah warga yang hingga kini belum ditemukan. Berdasarkan laporan masyarakat, korban yang dilaporkan hilang antara lain Jaka, Edi, Isep, Septiana, Akim, Aji Pangestu, dan Adam.

Sekitar seribu warga Desa Urug sebelumnya mendatangi Kantor Desa untuk menyampaikan aspirasi dan pengaduan atas peristiwa tersebut kepada Adian Napitupulu bersama Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Doni Hutabarat.

Dalam pertemuan tersebut, Legislator Dapil Jabar V ini memastikan bahwa seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang belum ditemukan, merupakan warga Desa Urug dan sekitarnya.

Menindaklanjuti aspirasi masyarakat, Adian langsung bergerak ke lokasi sumber asap putih yang menutup jalur terowongan tambang. Dari hasil peninjauan lapangan, ia menyebut kondisi asap sangat pekat dan berbahaya.

“Kalau kita mendekat ke lokasi, kondisinya mirip asap fogging, tetapi jumlahnya sangat banyak dan berbahaya,” ujar Adian di lokasi.

Dalam kesempatan tersebut, Adian meminta tim rescue PT Antam untuk segera melakukan langkah-langkah pencarian dan evakuasi terhadap warga yang masih belum ditemukan. Ia menegaskan bahwa upaya tersebut harus dilakukan dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

“Terlepas dari status mereka, ini adalah manusia. Ini soal kemanusiaan dan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Kejadian ini sudah berlangsung sejak hari Selasa hingga Kamis malam,” tegas Adian.

Hingga Kamis malam lalu, proses penelusuran masih terus dilakukan oleh berbagai pihak, meski terkendala keterbatasan oksigen di dalam terowongan.

Berdasarkan keterangan rekan-rekan korban, warga yang belum ditemukan diduga masih berada di bagian atas lubang terowongan tambang.

 

 

 

KEYWORD :

Warta DPR BAM DPR Adian Napitupulu tambang emas PT Antam tambang pongkor




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :