Selasa, 06/01/2026 14:07 WIB

Sekolah di Aceh Tamiang Belum Pulih, Mendikdasmen: Bisa Belajar di Lantai





Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu`ti mengatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat edaran terkait pembelajaran darurat

Kondisi SMA Negeri 4 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Kegiatan belajar mengajar di berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi D.I Aceh kembali berlangsung setelah dua bulan berhenti akibat banjir bandang pada akhir November.

Kendati demikian, proses pembelajaran belum bisa berjalan 100 persen mengingat hampir seluruh sarana dan prasarana di ruang kelas hanyut oleh banjir, dan kini tidak bisa digunakan kembali.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu`ti mengatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan surat edaran terkait pembelajaran darurat, yakni dengan mengutamakan trauma healing dan psikososial.

"Jamnya tidak harus full, karena memang di sini juga belum semua kelas bisa dipergunakan. Sementara baru tiga kelas yang bisa menggunakan meja dan kursi. Kemduian sebagian nanti belajar di lantai," kata Menteri Mu`ti usai memimpin upacara hari pertama masuk sekolah semester genap di SMA Negeri 4 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, pada Senin (5/1).

Adapun mengenai kursi dan meja yang rusak, lanjut Mendikdasmen, pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah akan melakukan perbaikan secara bertahap dengan anggaran dari pusat.

"Mudah-mudahan bisa segera pulih ya dalam waktu tidak terlalu lama. Kira-kira dua minggu semua meja kursi itu yang masih bagus bersihnya akan kita ganti," ujar Menteri Mu`ti.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi D.I Aceh Darussalam, Murthalamuddin, mengatakan hampir 90 persen satuan pendidikan mampu menyelenggarakan pembelajaran hari ini (5/1) secara serentak.

Hanya saja, beberapa daerah di Aceh Timur dilaporkan batal memulai kegiatan belajar belajar usai ketinggian debit air kembali meningkat.

"Tiba-tiba air naik, anak-anak takut dan guru juga kembali. Itu barusan. Sedangkan yang lain, mungkin di sini, memang belum maksimal. Tapi, kami sudah membuat edaran juga bahwa tidak wajib hari ini berseragam," kata Murthalamuddin.

Diketahui, saat banjir menerjang pada akhir November lalu, ketinggian debit air di SMAN 4 Kejuruan Muda mencapai tujuh meter. Akibatnya, 21 ruang kelas lumpuh dan berbagai fasilitas sekolah, termasuk buku dan peralatan laboratorium tidak bisa digunakan kembali.

KEYWORD :

Pembelajaran Darurat Sekolah Terdampak Bencana Bencana Sumatra Aceh Tamiang Menteri Abdul Mu`ti




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :