Kamis, 01/01/2026 14:22 WIB

PBB Sebut Jakarta Jadi Kota Paling Padat di Dunia





Laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai tren urbanisasi menunjukkan perubahan besar dalam peta kota-kota terpadat dunia.

Arsip - arus lalu lintas di jalanan Ibu Kota Jakarta (dok. Deva/Jurnas.com)

Tokyo, Jurnas.com - Laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai tren urbanisasi menunjukkan perubahan besar dalam peta kota-kota terpadat dunia.

Jakarta kini berada di posisi puncak sebagai kota terbesar, dengan jumlah penduduk diperkirakan mencapai 41,9 juta jiwa. Dhaka menyusul di urutan kedua, sementara Tokyo turun ke peringkat ketiga.

Kantor Berita Kyodo melaporkan pada Kamis bahwa perlambatan pertumbuhan penduduk di kawasan metropolitan Tokyo membuat posisinya melorot.

Jika pada tahun 2000 Tokyo masih memimpin, pada 2025 posisinya bergeser karena pertumbuhan Jakarta dan Dhaka jauh lebih cepat. Hal ini didasarkan pada metode penilaian khusus PBB yang dirancang agar data dapat dibandingkan secara internasional.

Menurut proyeksi PBB, populasi wilayah perkotaan Tokyo akan menyusut dari 33,4 juta jiwa pada 2025 menjadi 30,7 juta jiwa pada 2050.

Dengan tren tersebut, Tokyo diperkirakan jatuh ke posisi ketujuh pada pertengahan abad ini. Sementara itu, Dhaka berpotensi menjadi kota terbesar dunia dengan 52,1 juta penduduk, diikuti Jakarta, Shanghai, New Delhi, Karachi, dan Kairo.

Dalam laporan ini, “kota” dipahami sebagai aglomerasi wilayah yang saling terhubung secara geografis, memiliki kepadatan sedikitnya 1.500 penduduk per kilometer persegi, dan jumlah populasi minimal 50.000 jiwa.

Berdasarkan metodologi Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB (DESA), perhitungan untuk Tokyo hanya meliputi kawasan perkotaan, termasuk wilayah di prefektur Saitama, Chiba, dan Kanagawa. Adapun jumlah penduduk administratif Tokyo sendiri sekitar 14 juta jiwa.

Estimasi tersebut disiapkan sebagai acuan bagi pemerintah dan peneliti dalam merencanakan masa depan perkotaan. Pengelolaan pertumbuhan kota yang berkelanjutan dinilai krusial, bukan hanya bagi kualitas hidup warga, tetapi juga bagi upaya global mencapai target iklim.

Laporan PBB menegaskan bahwa dunia semakin beralih ke kehidupan perkotaan. Sekitar 45 persen dari total 8,2 miliar penduduk saat ini hidup di kawasan kota, lebih dari dua kali lipat proporsi pada 1950.

Sekitar dua pertiga pertumbuhan populasi global antara 2025–2050 diproyeksikan terjadi di wilayah perkotaan, dengan sebagian lainnya menyebar di kota-kota berukuran lebih kecil.

Meski demikian, beberapa negara justru diperkirakan mengalami penyusutan populasi kota pada 2050. Jepang dan China termasuk di dalamnya akibat angka kelahiran rendah dan penurunan populasi nasional secara umum.

Tokyo dan Seoul bahkan menjadi dua dari sepuluh kota terbesar dunia pada 2025 yang diprediksi akan mengalami penurunan penduduk signifikan menjelang pertengahan abad. (ANT)

KEYWORD :

Perserikatan Bangsa-Bangsa tren urbanisasi kota terpadat di dunia




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :