Minggu, 30/11/2025 19:32 WIB

Adian Salut Menteri UMKM Ke Pasar Senen: Keren, Tidak Cuma Percaya Laporan





Jadi dia datang, keren. Ini harus dipertimbangkan. Mematikan salah satu, akan mematikan mata rantai ekosistem ini. Saya berterima kasih sama Pak Menteri.

Anggota DPR RI Fraksi PDIP Adian Napitupulu memberikan keterangan usai menemani Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengunjungi pedagang pakaian bekas atau thrifting di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Minggu (30/11). (Foto: Ist)

 

Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi V DPR RI, Adian Napitupulu, mengapresiasi alias salut dengan langkah Menteri Koperasi dan UMKM Maman Abdurrahman yang turun langsung menemui para pedagang di Pasar Senen, Jakarta Pusat, untuk mendengar keluhan dan aspirasi terkait polemik pakaian bekas impor (thrifting).

Adian menyebut kehadiran Maman merupakan langkah penting untuk memastikan laporan yang diterima pemerintah sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Jadi dia datang, keren. Ini harus dipertimbangkan. Mematikan salah satu, akan mematikan mata rantai ekosistem ini. Saya berterima kasih sama Pak Menteri, dia tidak cuma percaya pada laporan,” ujar Adian kepada wartawan, Minggu (30/11).

Menurut Adian, sering kali laporan dan keadaan di lapangan tidak selaras. Karena itu, ia menilai verifikasi langsung dari Menteri Maman merupakan sikap yang layak diapresiasi.

“Seringkali laporan dan kenyataan tidak sama. Kedatangan Pak Menteri hari ini bagian dari memverifikasi laporan-laporan tadi. Keren, deh,” tambahnya.

Dalam kunjungannya, Maman dan Adian meninjau area penjualan pakaian bekas di lantai 2 Blok III Pasar Senen. Para pedagang thrifting terlihat antusias menyuarakan aspirasi agar kegiatan usaha mereka tidak dihapus pemerintah.

Beberapa pedagang bahkan mengangkat poster dari kardus bertuliskan bahwa pedagang thrifting Pasar Senen turut membayar pajak.

Setelah itu, rombongan turun ke lantai 1 yang merupakan area UMKM lokal. Di sana, salah seorang pedagang brand lokal menyampaikan bahwa keberadaan thrifting tidak mengganggu usaha mereka.

“Enggak sih, Pak. Enggak terganggu. Kami sudah terbiasa dan saling mendukung,” ujar pedagang tersebut.

Ia menjelaskan, pelaku UMKM lokal memiliki proses produksi sendiri sehingga tidak bersinggungan langsung dengan model usaha thrifting.

“Kita produksi sendiri, dari awal. Beli bahan sendiri, ngemal sendiri, pasang kancing sendiri. Kalau thrifting kan tidak produksi,” tuturnya.

Menanggapi aspirasi para pedagang, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan terkait polemik thrifting. Ia menilai semua pihak berhak mendapatkan kepastian usaha tanpa merugikan satu sama lain.

“Kita akan mencari jalan tengah, solusi terbaik apa untuk menyelesaikan situasi ini,” ujar Maman kepada awak media.

Politikus Golkar ini menegaskan bahwa pemerintah bersama DPR memiliki kewajiban untuk mengamankan keberlanjutan aktivitas ekonomi para pedagang—baik UMKM lokal maupun pedagang pakaian bekas.

 

 

 

KEYWORD :

Warta DPR Adian Napitupulu Pasar Senen pakaian bekas pedagang thrifting Menteri UMKM Maman Abd




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :