Ilustrasi uang rupiah. (Foto: BI)
Jakarta, Jurnas.com - Lonjakan World Uncertainty Index (WUI) Indonesia ke level tertinggi dalam sejarah memicu perhatian pengusaha muda. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mendorong pemerintah memperkuat sinergi lintas sektor, termasuk dengan masyarakat sipil, untuk menjaga kepastian investasi dan kepercayaan pasar di tengah ketidakpastian ekonomi global.
WUI Indonesia tercatat naik ke level 1,10 pada kuartal II-2025, berdasarkan data Federal Reserve Bank of St. Louis (FRED) yang dirilis pada 9 Juli 2025. Angka ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah sejak 1952, meningkat signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya yang berada di level 0,51.
Kenaikan ini juga mencerminkan meningkatnya kekhawatiran global terhadap stabilitas ekonomi, geopolitik, dan arah kebijakan fiskal.
Ketua BPP HIPMI Bidang Sinergitas Danantara, BUMN & BUMD, Anthony Leong, menilai lonjakan indeks ini harus menjadi alarm dini bagi seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, maupun masyarakat sipil, untuk memperkuat kerja sama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
"Kenaikan WUI bukan alasan untuk pesimis, tapi momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor dan memperjelas arah kebijakan ekonomi," ujar Antony.
Anthony menjelaskan, pemerintah perlu memastikan kebijakan makro tetap konsisten dan dapat diprediksi, terutama terkait arah kurs, suku bunga, dan insentif fiskal.
Menurut dia, kepastian kebijakan menjadi faktor penting agar target investasi nasional sebesar Rp1.900 triliun pada tahun ini dapat tercapai. Dia juga menyoroti perlunya reformasi birokrasi dan penyederhanaan perizinan di tingkat daerah, yang selama ini masih menjadi hambatan bagi pelaku usaha.
"Semangat deregulasi di pusat harus benar-benar diterjemahkan di daerah. Jangan sampai investor tertarik di atas kertas, tapi terhambat di lapangan," kata dia.
HIPMI menilai pentingnya sinergi antar kementerian dan lembaga agar memiliki peta jalan investasi yang sama, tidak hanya secara dokumen tetapi juga dalam implementasi.
Lebih lanjut, Anthony mendorong BUMN dan BUMD berperan sebagai fasilitator bagi pengusaha muda dalam proyek strategis nasional. Ia menyebut, kolaborasi pemerintah, sektor swasta, dan lembaga masyarakat sipil diperlukan untuk menciptakan ekosistem investasi yang inklusif.
"BUMN jangan hanya jadi pemain besar, tapi juga pembuka peluang kolaborasi dengan sektor swasta dan masyarakat," ujar dia. (Ajeng/MAG)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Ketidakpastian Ekonomi Global WUI Indonesia Anthony Leong


























