Kamis, 07/07/2022 00:04 WIB

Renusa Minta, Stop Diskusi SARA Pilkada Jakarta

Gembar gembor soal isu SARA  rasanya memang tidak pantas dijadikan jalur diskusi politik Pilkada.

Presidium Relawan Nusantara, Andi Razak Wawo

Jakarta - Kemenangan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno melalui perhitungan cepat untuk memimpin DKI Jakarta, diminta hentikan mengungkit  Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA). Karena jika itu terus dihembuskan, akan terjadi perbenturan ekonomi dan akhirnya berdampak pada konflik.

"Kalau pada masa kampanye soal SARA  dihembuskan, itu juga adalah satu bagian dari berdemokrasi. Dan tidak ada yang bisa dibendung. Karena inti dari berdemokrasi adalah memberikan kebebasan penuh kepada rakyat untuk memilih dan menyaring kelayakan untuk dipilih," ujar Presidium Relawan Nusantara, Andi Razak Wawo, Kamis (20/4).

Dan suksesnya pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta  yang aman dari sejak masa proses penjaringan, kampanye, hingga pemungutan suara pertama dan kedua, Andi Wawo mengatakan, itu menandakan masyarakat sudah pintar untuk menentukan pilihan tanpa mempertimbangan agama dan lainnya. "Buktinya, yang terkena imbas SARA  bisa masuk ke putaran kedua dengan suara terbanyak," ujarnya.

Berdasarkan hasil pengamatan lapangan yang dilakukan Renusa jelang tiga  hari sebelum pencoblosan hingga pemungutan suara, Andi Razak mengatakan, ternyata sebagian besar hanya menginginkan Jakarta aman. "Tidak lebih dari itu. Hanya sebagian kecil saja yang bilang, ikut pilkada DKI Karena agama atau etnis," ujarnya.

"Kami juga mendatangi kelompok minoritas yang menjadi basis salah satu calon. Dan kebanyakan mereka juga bilang bahwa yang diinginkan hanya rasa aman. Mereka tidak perdulikan calon itu masih satu etnis. Jadi soal itu terbantahkan," ujar Andi Razak.

Dengan kondisi seperti itu, dikatakan Razak Wawo, gembar gembor soal isu SARA  rasanya memang tidak pantas dijadikan jalur diskusi politik Pilkada. Tidak hanya di Jakarta saja, tapi juga seluruh Indonesia. Demokrasi tidak harus dicacatkan dengan komentar yang kemenangan pemimpin dikaitkan dengan perbedaan. "Kesatuan Indonesia sudah harga mati. Selamat bertugas untuk Anies dan Sandiaga memimpin Jakarta," ujarnya.

TAGS : Andi Razak Wawo Pilkada DKI Jakarta




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :