Senin, 04/03/2024 02:44 WIB

DPR Sayangkan Topik Kebudayaan Tak Ikut Dibahas Dalam Debat Pilpres 2024

Sesungguhnya Kebudayaan kita sangat kuat. Dan semestinya jadi landas berpikir pembentukan karakter bangsa.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Ledia Hanifa Amaliah. (Foto: Dok. Mina News)

Jakarta, Jurnas.com - Kalangan dewan menyayangkan tidak dimasukannya secara jelas topik kebudayaan dan kesenian dalam debat capres-cawapres untuk Pilpres 2024.

“Sangat disayangkan jika kita tidak mendengarkan gagasan para kandidat tentang Kebudayaan dan pemajuan kebudayaan,” jelas Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah kepada Jurnas.com, Selasa (5/12).

Sekretaris Fraksi PKS DPR RI ini menjelaskan, seharusnya penyelenggara Pemilu 2024, dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat memasukkan tema kebudayaan. Terlebih, Indonesia memiliki sejarah kebudayaan yang sangat beragam dan kuat.

“Sesungguhnya Kebudayaan kita sangat kuat. Dan semestinya jadi landas berpikir pembentukan karakter bangsa,” kata Ledia.

“Kebudayaan bukan melulu sejarah masa lampau. tetapi juga menjadi landas berpikir pengokohan karakter bangsa masa depan,” sambung Legislator Dapil Jawa Barat I ini.

Kendati demikian, Ledia mengajak masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait tidak dimasukkannya tema kebudayaan dan kesenian oleh KPU. Dia mengajak masyarakat untuk menciptakan Pemilu yang sejuk, rukun dan penuh kekeluargaan.

“Bisa dibayangkan sulit membagi tema karena banyak sekali,” tandasnya.

Untuk diketahui, jadwal pelaksanaan debat capres-cawapres dilakukan pada 12 dan 22 Desember 2023. Kemudian, debat dilanjutkan pada 7 dan 21 Januari 2024. Kemudian, debat penutup akan dilangsungkan pada 4 Februari 2024.

Adapun debat pertama membahas persoalan Hukum, HAM, Pemerintahan, Pemberantasan Korupsi, dan Penguatan Demokrasi. Debat kedua membahas Pertahanan, Keamanan, Geopolitik, dan Hubungan Internasional. Debat ketiga membahas persoalan Ekonomi (Kerakyatan dan Digital), Kesejahteraan Sosial, Investasi, Perdagangan, Pangan, Pajak (Digital), Keuangan, Pengelolaan APBN dan APBD, Infrastruktur.

Kemudian debat keempat membahas persoalan Energi, SDA, SMN, Pajak Karbon, Lingkungan Hidup, dan Agraria, dan Masyarakat Adat. Terakhir, debat kelima membahas Teknologi Informasi, Peningkatan Pelayanan Publik, Hoaks, Intoleransi, Pendidikan, Kesehatan (Post-COVID Society), dan Ketenagakerjaan.

KEYWORD :

Warta DPR Komisi X PKS Ledia Hanifa Amalia kebudayaan debat Pilpres 2024




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :