Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto. Foto: Azka/Man
Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto menilai kebijakan Pertamina menurunkan harga BBM nonsubsidi saat tren harga minyak dunia turun sebagai hal yang sudah seharusnya.
Bukan tanpa alasan, menurut dia, mengacu mekanisme pasar maka harga minyak nonsubsidi Pertamina sudah sewajarnya turun, ketika harga minyak dunia turun. Apalagi sebelumnya Pertamina sudah menaikkan harga BBM nonsubsidi cukup tinggi di bulan September 2023, ketika harga minyak dunia bergejolak naik.
"Jangan sampai muncul kesan tidak baik, yakni ketika harga minyak dunia naik Pertamina gercep menaikan harga BBM-nya, sementara sebaliknya, ketika harga minyak dunia turun, Pertamina ogah-ogahan untuk menurunkannya. Seperti pernah terjadi di awal pandemi Covid-19. Ini kan tidak konsisten dengan mekanisme pasar," kata Mulyanto kepada wartawan, Kamis (2/11).
Wakil Ketua Fraksi PKS ini melihat dalam beberapa waktu ke depan memang kecenderungannya harga minyak dunia ini terus turun. Apalagi setelah PBB memutuskan untuk melakukan gencetan senjata di Timur-Tengah.
Harga minyak WTI, misalnya, sampai bulan Juli 2023 sudah menyentuh angka USD67 per barel. Kemudian karena memanasnya kondisi Timur
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Warta DPR Komisi VII PKS Mulyanto Pertamina BBM



























