Training Kerja Sama Program READSI dengan PT MARS Pelatihan Agronomi CVC (Angkatan II) di MARS Cocoa Academy Tarengge, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, 10 Agustus 2023. (Foto: Kementan)
JAKARTA, Jurnas.com - Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan pengetahuan petani baik dari pengetahuan sikap dan keterampilan mengenai teknis budidaya kakao, agar mampu dan berdaya dalam pengembangan usaha tani kakao.
Peningkatakan pengetahuan ini dilakukan Kementan melalui "Training Kerja Sama Program READSI dengan PT MARS Pelatihan Agronomi CVC (Angkatan II)", yang berlangsung di MARS Cocoa Academy Tarengge, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, 10 Agustus 2023.
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus memacu jajarannya untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui pelatihan.
"SDM pertanian yang andal dapat meningkatkan bobot pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat, salah satunya dengan meningkatkan kapasitas dan kualitas petani dan penyuluh sebagai ujung tombak kegiatan pertanian," kata SYL.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan, Dedi Nursyamsi menegaskan, salah satu pengungkit produktivitas pertanian yang paling utama adalah SDM.
"Berkali-kali saya sampaikan bahwa ada tiga pengungkit produktivitas pertanian, yakni produksi (25 persen), peraturan perundang-undangan (25 persen) dan yang paling utama adalah SDM (50 persen)," tegas Dedi.
Di tempat terpisah, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Selaku Direktur Program READSI, Muhammad Amin menuturkan, salah satu faktor yang menjadi problematika sekarang adalah masih kurangnya akses petani terhadap benih/bahan tanam kakao yang unggul.
"Petani masih cenderung memakai bahan input yang bisa merusak kondisi tanah, serta masih kurangnya teknologi yang digunakan, untuk mengatasi permasalahan yang muncul," kata dia.
Menurutnya, keberlanjutan partnership READSI dan MARS Tahun 2023-2024 berkomitmen dalam peningkatan kapasitas 60 Fasilitator Desa sebagai Pendamping Petani Kakao dan 100 Petani Kakao calon Cocoa Doctor.
"Program READSI – MARS yaitu melatih petani-petani kunci di setiap daerah READSI untuk menjadi pioneer di desanya masing-masing dengan mengadopsi paket 3PP (3 kali Peningkatan Produksi) dan mengajarkan ke petani-petani anggota kelompoknya," kata dia.
Program READSI-MARS 2023-2024 telah melaksanakan Pelatihan Adopsi Observasi bagi 57 Fasilitator Desa pada periode Juni-Juli 2023.
Dilanjutkan Pelatihan Agronomy CVC bagi petani petani kunci calon Cocoa Doctor dengan berbagai pendalaman pelatihan teknis Agronomy, Evaluasi, Monitoring (Adoption-Observation), Diskusi, dan Presentasi dengan durasi 30 hari di MARS Academy di Tarengge, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Sebagai informasi, kegiatan Training Agronomi CVC dilaksanakan selama 30 hari tanggal 10 Agustus hingga 10 September 2023. Target peserta Pelatihan Agronomy CVC Angkatan I sebanyak 30 orang dari Kabupaten Banggai dan Poso.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kementan Syahrul Yasin Limpo Dedi Nursyamsi Kakao Mars SDM Pelatihan























