Sabtu, 02/03/2024 07:51 WIB

Tips Cerdas Belajar di Ruang Digital, Berpikir Kritis dan Patuh Etika

Biasakan mencek dan ricek segala informasi yang kita dapat di ruang digital

Ilustrasi belajar di ruang digital (Foto: Unsplash)

Jakarta – Citra netizen Indonesia sempat tampil buruk. Itu terjadi ketika, pada 2020, Microsoft dan Digital Civility Index (DCI) menyurvei perilaku kesopanan netizen Indonesia. Peringkatnya drop dari 8 menjadi 76. Perilaku pelajar saat berinteraksi di media sosial tentu ikut jadi penyumbangnya. Bagaimana memperbaiki citra buruk itu?”

Jadilah netizen yang sopan, berbudaya, dan taat etika. Caranya mudah: jadilah pelajar yang kritis. Biasakan mencek dan ricek segala informasi yang kita dapat di ruang digital,” kata Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Amin, dalam webinar literasi digital yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) di Lombok, NTB, Sabtu (20/5).

Selain Muhammad Amin, webinar yang mengusung tema ”Etika Pelajar di Dunia Digital” itu juga menghadirkan dua narasumber lain: Kepala Kantor Kemenag Kab. Lombok Utara Jalalussayuthy dan Bidang Kemitraan Relawan TIK Bali I Komang Suartama, serta Joan Permana selaku moderator. Diskusi virtual ini juga diikuti secara nobar oleh murid dan santri dari sejumlah sekolah dan madrasah di Lombok.

Muhammad Amin menambahkan, etika di dunia digital perlu diperhatikan lantaran hakikatnya sama dengan dunia nyata. Etika juga terkait dengan pentingnya memastikan informasi yang kita peroleh mesti kita saring dulu sebelum men-sharing ke ruang digital. ”Jangan jadi penyebar hoaks. Jangan pula terlibat bullying di ruang digital,” pesan Amin.

Dari perspektif etika digital, Jalalussayuthy membenarkan, etika di ruang digital galibnya sama dengan etika di dunia nyata. Antara lain ditunjukkan lewat sikap sopan saat beriteraksi. Mulai dari hal sepele, seperti tidak mem-posting dengan huruf besar (agar tak ditafsirkan Anda sedang marah), penggunaan kalimat yang sopan, dan mau bertanggung jawab atas apa yang di-posting kalau ada risikonya.”

Tidak kalah penting, jaga integritas. Buat pelajar terbiasa mem-posting materi dari sumber yang jelas. Hindari plagiarisme dengan menyebut sumber informasi yang akurat. Jangan pula suka manipulasi dan pastikan apa yang Anda bagikan di dunia digital bernilai kebajikan,” urai Jalalussayuthy.

Etika lain yang perlu dipahami, yakni: jangan suka menebar kebohongan, apalagi sampai memecah belah masyarakat dengan informasi sesat dan tak akurat. ”Pahami etika agar kita makin tumbuh bermartabat, baik di ruang digital maupun dunia nyata,” tambah Jalalussayuthy.

Sementara, dari sudut pandang keamanan digital, I Komang Suartama mengingatkan pelajar untuk tidak menyepelekan serangan siber saat berinteraksi di dunia maya. Sebab, menurut Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), pada empat bulan pertama tahun 2020, serangan siber mencapai 88,44 juta serangan. Bahkan, pada 12 Maret 2020, sempat tembus 3,44 juta serangan sehari.

”Mereka merusak, mengancam berbagai akun resmi dan banyak situs dengan beragam tujuan kejahatan. Termasuk, situs akun sumber ilmu pengetahuan yang diakses para pelajar,” ujar Suartama.

Apa solusinya? Perketat akun medsos pribadi dengan double password, two factor autentication, dobel angka dan huruf, bahkan kalau perlu scan wajah. ”Karena tidak semua aman di dunia digital, yang bisa kita lakukan hanya mengurangi potensi ancaman menjadi korban penjahat siber,” pungkas I Komang Suartama.

Untuk diketahui, diskusi literasi digital pada lingkup komunitas merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia #MakinCakapDigital (IMCD). IMCD diinisiasi Kemenkominfo untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga 2024.

Tahun ini, program #literasidigitalkominfo dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siberkreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fan Page dan Kanal Youtube Literasi Digital Kominfo serta website info.literasidigital.id.

KEYWORD :

Kemenkominfo IMCD Tips Digital Etika




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :