Sabtu, 28/01/2023 21:51 WIB

Andi Widjajanto: Indonesia Butuh Perencanaan Sampai 2070

ersaingan geopolitik, antar negara, krisis, dan patahan-patahan global semakin dekat dan nyata dengan Indonesia.

The 6th Jakarta Geopolitical Forum. (Foto: Jurnas/Ist).

Jakarta, Jurnas.com- Persaingan geopolitik, antar negara, krisis, dan patahan-patahan global semakin dekat dan nyata dengan Indonesia. Konflik tersebut menjadikan laut, samudera, serta maritime sebagai wilayah pertarungannya. Gubernur Lemhannas RI, Andi Widjajanto menyebutkan untuk menjadikan Indonesia sebagai sebagai kekuatan maritime, perencanaan strategis tak cukup sampai 2024, tapi juga sampai tahun 2070.

Indonesia juga menyadari untuk menjelma menjadi kekuatan maritim, Indonesia membutuhkan langkah panjang, Indonesia juga perencanaan strategis. Tidak cukup perencanaan strategis hanya sampai 2024, tidak cukup perencaan strategis 2045. Kita membutuhkan perencanaan strategis jangka panjang  hingga tahun 2070,” kata Gubernur Lemhannas RI, Andi Widjajanto pada saat The 6th Jakarta Geopolitical Forum yang mengangkat tema “Geomaritime: Chasing the Future of Global Stability,” kata Andi Widjajanto, baru-baru ini.

Lebih lanjut, Gubernur Andi berharap Indonesia bisa menjadi bangsa pemenang. Ia sendiri pun tak suka menyebut Indonesia sebagai negara Indonesia sebagai “middle power”.

“Saya tidak pernah  terlalu suka dengan menyebut Indonesia sebagai middle power, saya lebih senang menyebut Indonesia itu sebagai kekuatan regional. Regional power karena nanti ukurannya bisa disesuaikan, mau kekuatan yang tengah, yang besar, tinggal disesuaikan saja. Regionalnya juga bisa kita sesuaikan, Asia Tenggara, Asia Timur, Asia Pasifik. Bisa kita sesuaikan dengan sesuai dengan proyeksi ke depan Indonesia,” ungkapnya.

Ramalan kebangkitan China sebagai penguasa maritime mulai terbukti, ini berdampak pada pergeseran kekuatan maritim dari yang sebelumnya dikuasai oleh macan-macan Asia. Bahkan secara bertahap pada tahun 2030, setelah China memimpin dunia, selanjutnya disusul yang kedua oleh India, kemudian Amerika Serikat dan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Guru Besar Universitas Pertahanan Laksamana TNI (Purn.) Prof. Dr. Marsetio, S.I.P., M.M. saat menjadi narasumber di Jakarta Geopolitical Forum (24/8). “Kalau kita melihat sebuah situasi geopolitik di kawasan, kita akan melihat bagaimana kebangkitan di negara negara di Asia Pasifik, kebangkitan China. Pada tahun 2030, sekarang sudah secara bertahap bahwa China nanti akan me-lead dunia ini, kemudian yang kedua India, kemudian Amerika Serikat dan Indonesia,” kata Prof. Marsetio.

Para pakar di tahun 2010 sudah meramalkan, malah mulai tahun 2000, bahwa tahun 2024 tahun 2025 seluruh dunia akan dikuasai oleh China. Ada beberapa indikasi yang disebutkan oleh mantan Kepala Staf Angkatan Laut tersebut, yaitu armada China yang menguasai dunia dan pergeseran pusat ekonomi.

“Indikasinya sekarang kita lihat secara adanya maritime shift power secara bertahap, kemudian istilah-istilah terminologi tentang maritime strike sebenarnya sudah ada sejak abad 9. Ini dengan buktinya bahwa kekuatan-kekuatan armada China telah menguasai dunia. Sekarang telah terbukti kita akan melihat bagaimana China ingin menguasai dunia kemudian juga bagaimana pergeseran pusat-pusat ekonomi yang sebelumnya dari barat sekarang akan bertumbuh dan menjadi pusatnya adalah di Asia Pasifik,” tandas Prof. Marsetio.

TAGS : Andi Widjajanto Geomaritime Indonesia




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :