Sabtu, 03/12/2022 19:53 WIB

Kemenkominfo Fokus Tingkatkan Pembelajaran Guru dan Murid

Berdasarkan pada survei oleh We are Social Hootsuite per Februari 2022, di Indonesia terdapat 204,7 juta pengguna internet yang setara dengan 73,7 persen dari populasi penduduk Indonesia.

Tangkapan layar webinar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerjasama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi menggelar webinar Makin Cakap Digital 2002. (Foto: Dok. Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerjasama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi menggelar webinar Makin Cakap Digital 2002 mengusung tema “Menerapkan Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Teknologi Digital” bagi para guru di Semarang, Jawa Tengah.

Webinar diselenggarakan secara virtual dan dimoderatori oleh Mulyono Kurniati. Webinar ini diadakan, mengingat kondisi dan fasilitas teknologi yang telah tersedia perlu disebarluaskan dalam proses edukasi masyarakat sebagai upaya tercapainya tujuan materi pembelajaran.

Berdasarkan pada survei oleh We are Social Hootsuite per Februari 2022, di Indonesia terdapat 204,7 juta pengguna internet yang setara dengan 73,7 persen dari populasi penduduk Indonesia.

Angka tersebut terlihat meningkat dibanding tahun sebelumnya (2,1 juta atau naik 1 persen). Tapi, masih ada potensi yang masih cukup besar agar seluruh penduduk Indonesia dapat menggunakan internet sepenuhnya.

Kemudian, menurut Survei Literasi Digital di Indonesia tahun 2021, indeks atau skor Literasi Digital di Indonesia berada DI angka 3,49 dari skala 1-5. Skor itu menunjukkan, tingkat literasi digital di Indonesia masih berada dalam kategori Sedang.

Maka itu, Kemenkominfo mengadakan webinar ini agar masyarakat, khususnya para guru dapat lebih cakap memanfaatkan teknologi digital yang berdasar pada kecakapan digital, etike digital, keamanan digital, dan budaya digital.

Acara ini dibuka oleh Samuel Abrijani Pangerapan, Dirjen Aptika Kominfo. “Peningkatan penggunaan teknologi perlu diimbangi dengan kapasitas literasi digital yang mumpuni agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital dengan produktif, bijak dan tepat guna,” ujar Samuel Abrijani Pangerapan.

Dalam kesempatan ini, Astri Dwi Andriani, Dekan Fakultas Komunikasi Universitas Putra Cianjur (UNPI) membagikan informasi penting bagi para guru bahwa cara untuk bertahan adalah merujuk pada teori Darwin, dengan responsif atau adaptif pada perubahan.

“Siswa/i saat ini telah memiliki cita-cita dan guru perlu menyiapkan para siswa/i untuk memasuki dunia kerja kedepan. Pembelajaran berbasis proyek menggunakan kegiatan sebagai media dengan berbagai tahapan. Langkah pembelajaran berbasis proyek dari mulai penentuan kegiatan hingga evaluasi,” ujar Astri Dwi Andriani.

Sebelum selesai, lanjut Astri, dia turut memaparkan nilai cakap dunia digital, yaitu mampu mengetahui, memahami dan menggunakan hardware dan software. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa kecapaian dari kecakapan digital dapat diperoleh jika tahu dan paham variasi perangkat lunak dan cara mengaksesnya.

Sama halnya dengan Rizqi Mulyana, Direktur Utama PT. Solusi Tiket Digital. Dia membagi informasi tentang dampak teknologi terhadap pendidikan yang tidak terbatas aksesnya.

“Lalu, cara menyiapkan ruang pembelajaran virtual dan dijelaskan dengan langkah memilih sistem manajemen pembelajaran, meninjau, berinvestasi pada aplikasi komunikasi, memilih platform yang aman dan aplikasi untuk kolaboratif,” ujar Rizqi Mulyana.

Setelah itu, sambung Rizqi, peran teknologi interaktif bagi pendidikan. Serta, terakhir adalah manfaat teknologi interaktif yang memungkinkan guru untuk lebih fleksibel, dan meningkatkan komunikasi siswa dan membantu siswa/i di masa depan.

Kesimpulannya, yakni teknologi merupakan alat ampuh yang dapat menjadikan pendidikan lebih bermakna dan menarik bagi guru atau murid. Serta meningkatkan kualitas pembelajaran.

Hal senada juga diungkapkan oleh pemateri dari Desty Dwiyanasari, Founder Duaide. Ia menyampaikan terkait aplikasi yang dapat digunakan untuk menunjang pembelajaran secara daring, seperti google classroom, edpuzzle, edmodo, animmaker, dan lain-lain.

“Saya melengkapi materi dengan memberi teknik evaluasi untuk mengetahui tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran. Lalu, bisa apat digunakan teknik tes dan non-tes yang dapat menilai aspek tingkah laku, minat dan motivasi. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis online dapat berjalan dengan efektif, relevan, dan peningkatan pemahaman guru atau murid mengenai dunia industri,” jelas Desty.

Melalui webinar ini, Kemenkominfo bersama Gerakan Nasional Literasi Digital SIberkreasi mengupayakan yang terbaik bagi masyarakat dalam belajar dan memahami peran teknologi digital. Informasi seputar webinar Makin Cakap Digital 2022 dapat diakses melalui situs resmi info,literasidigital.id atau media sosial seperti TikTok, Twitter, Facebook, dan channel Youtube Siberkreasi.

 

TAGS : Kemenkominfo Literasi Digital guru teknologi pendidikan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :