Kamis, 07/07/2022 02:45 WIB

Dukung Riset, Mahasiswa Doktoral RI Dirikan Organisasi di Inggris

Dukung Riset, Mahasiswa Doktoral RI Dirikan Organisasi di Inggris

Mahasiswa doktoral di Inggris mendirikan organisasi Doctrine-UK (Foto: Ist)

London, Jurnas.com - Mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan doktoral atau strata tiga di Inggris, membentuk organisasi independen di London, Inggris, yang diberi nama Doctoral Epistemic of Indonesian in the United Kingdom atau disingkat Doctrine-UK.

Peresmian organisasi tersebut dilakukan oleh Wakil Duta Besar Indonesia untuk Inggris Raya Khasan Ashari dan Plt Direktur Riset, Teknologi dan Pengabdian Masyarakat Kemdikbudristek, Faisal Fathani.

"Saya senang sekali para mahasiswa doktoral mendirikan Doctrine-UK. Jadikan organisasi ini sebagai media untuk saling belajar, berkolaborasi, dan saling membantu agar seluruh mahasiswa doktoral Indonesia di Inggris dapat menyelesaikan studi dengan baik dan berkontribusi sebesar-besarnya untuk Indonesia," ujar Khasan saat meluncurkan Doctrine-UK di kantor KBRI London, Jumat (20/5).

Peluncuran organisasi ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Desra mengatakan para mahasiswa doktoral harus mampu memberikan dampak nyata bagi bangsa. Sebab, para mahasiswa doktoral tersebut sebagian besar dibiayai melalui beasiswa pemerintah Indonesia.

"Para mahasiswa doktoral mendapatkan keistimewaan dari negara untuk kuliah di jenjang pendidikan tertinggi. Oleh karena itu, harus mampu membawa manfaat untuk ilmu pengetahuan, dan berdampak bagi sosial kemasyarakatan," imbuh dia.

Faisal Fathani mengatakan, pemerintah telah memetakan potensi riset di Indonesia ke dalam sejumlah bidang. Antara lain teknologi digital, ekonomi hijau dan kesehatan. Oleh karena itu riset yang diambil para mahasiswa harus diarahkan untuk mencapai potensi tersebut.

"Carilah topik riset yang sesuai dengan agenda pemerintah, kebutuhan masyarakat dan kebutuhan industri," kata Faisal.

Di sisi lain, pemerintah terus berupaya meningkatkan jumlah doktor di Indonesia. Hal itu dilakukan antara lain dengan menyediakan beragam beasiswa untuk program strata tiga, baik di luar maupun di dalam negeri.

"Butuh niat dan tekad yang kuat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral. Saya berharap Doctrine-UK dapat membantu memotivasi dan menginspirasi para calon mahasiswa doktoral di Indonesia," ujar Faisal.

Berdasarkan data OECD tahun 2019, jumlah lulusan bergelar doktor di negara berkembang termasuk Indonesia, masih sangat minim. Jumlah penduduk berusia 25-64 tahun di negara-negara OECD yang menggenggam gelar doktor rerata hanya 1,1 persen diantara populasi penduduk.

Negara dengan jumlah doktor terbanyak antara lain Slovenia, Amerika Serikat, Jerman, dan Inggris. Negara-negara yang memiliki lulusan doktor terbanyak itu juga dikenal dengan negara yang unggul di bidang inovasi dan teknologi.

Gatot Subroto, Ketua Doctrine UK mengatakan saat ini jumlah anggota Doctrine UK mahasiswa doktoral Indonesia di Inggris sebanyak 157 orang. Jumlahnya mahasiswa Indonesia di Inggris terus meningkat setiap tahun, karena Inggris masih menjadi salah satu magnet di bidang pendidikan tinggi.

"Organisasi ini didirikan untuk membantu para mahasiswa doktoral. Selama ini banyak mahasiswa doktoral yang tidak saling kenal, karena terlalu sibuk dengan risetnya. Padahal banyak yang topik risetnya sejenis. Oleh karena itu Doctrine-UK didirikan agar kita bisa saling terhubung, berkolaborasi dan berkontribusi untuk Indonesia melalui riset yang kita kerjakan," ucapnya.

Gatot, yang merupakan mahasiswa doktoral di University College London mengatakan Doctrine-UK mengusung misi connect, collaborate, dan contribute. Artinya, seluruh mahasiswa doktoral harus saling terkoneksi, berkolaborasi dan berkontribusi agar hasil risetnya bisa memberi dampak pada bangsa.

"Kalau kita saling bekerja sama, maka hasil riset kita lebih efisien, efektif dan memiliki dampak lebih besar," sambung dia.

Doctrine-UK memiliki beragam rencana program bagi mahasiswa doktoral Indonesia di Inggris. Antara lain program peningkatan kapasitas, seperti pelatihan riset, manajemen waktu, menulis akademik, hingga mengelola stress selama studi. Doctrine-UK juga siap memberikan pembekalan bagi para mahasiswa Indonesia yang bertekad menempuh pendidikan doktoral di Inggris.

TAGS : Doctrine-UK Mahasiswa Indonesia Inggris Riset




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :