Kamis, 07/07/2022 01:59 WIB

Federasi Sepak Bola Prancis Paksa Gueye Pakai Jersey LGBT

Federasi Sepak Bola Prancis Paksa Gueye Pakai Jersey LGBT

Idrissa Gueye (Foto: Twitter)

Paris, Jurnas.com - Federasi Sepak Bola Prancis mengirimkan `surat cinta` kepada gelandang Paris Saint-Germain (PSG), Idrissa Gueye, menyusul ketidakhadirannya dalam laga kontra Montpellier.

Dalam laga itu, seluruh punggawa PSG mengenakan jersey dengan nomor punggung berwarna pelangi, yang mengindikasikan dukungan terhadap komunitas LGBT. Diduga kuat, Gueye yang notabene seorang muslim, absen dari pertandingan agar tidak ikut mengampanyekan kelainan orientasi seksual itu.

Dewan etika Federasi Sepak Bola Prancis mendesak Gueye memberikan alasan sekaligus mengklarifikasi, alasan dia melewatkan pertandingan akhir pekan lalu.

Jika laporan penolakan itu tidak benar, lanjut federasi, maka pemain internasional Senegal itu wajib mengirimkan foto dirinya mengenakan jersey tersebut.

"Ketidakhadiran Anda telah menyebabkan banyak spekulasi yang telah ditafsirkan secara luas sebagai penolakan untuk mengambil bagian dalam operasi ini untuk meningkatkan kesadaran akan perang melawan diskriminasi," tulis presiden dewan Patrick Anton dikutip dari SI pada Kamis (19/5).

Gueye memang sempat ikut bepergian dengan rekan satu timnya ke Montpellier sebelum pertandingan. Tapi, pelatih PSG Mauricio Pochettino mengutip "alasan pribadi" untuk membenarkan ketidakhadiran Gueye dari lapangan.

"Salah satu anggapan ini tidak berdasar, dalam hal ini kami meminta Anda untuk mengekspresikan diri Anda tanpa penundaan untuk menghentikan rumor ini," tulis Anton.

"Kami meminta Anda, misalnya, untuk menyertai pesan Anda dengan foto Anda mengenakan jersey (LGBT)," imbuh dia.

"Atau rumor (laporan) ini benar, kami meminta Anda untuk memperhitungkan dampak dari tindakan Anda dan kesalahan yang sangat serius yang dilakukan. Perjuangan melawan diskriminasi yang mempengaruhi minoritas yang berbeda adalah perjuangan yang vital dan terus-menerus. Baik itu warna kulit, atau agama, atau orientasi seksual, atau perbedaan lainnya, semua diskriminasi didasarkan pada alasan yang sama, penolakan terhadap orang lain," sambung Anton.

Untuk musim kedua berturut-turut, klub Prancis diundang untuk memberi label pada kaos mereka dengan angka yang diwarnai dari bendera pelangi, simbol gerakan LGBTQ.

"Dengan menolak ikut serta dalam operasi ini, Anda memvalidasi perilaku diskriminatif (dan) penolakan terhadap orang lain, dan bukan hanya terhadap mereka yang tergabung dalam gerakan LGBTQ+," lanjut Anton.

"Dampak sepak bola di masyarakat dan cara para pemain menjadi panutan bagi mereka yang mengaguminya memberi kita semua rasa tanggung jawab pribadi. Kami berharap surat ini membuat Anda sadar akan fakta bahwa Anda perlu memperjelas posisi Anda, atau untuk menebus kesalahan," tegas dia.

Kasus ini dengan cepat menjadi isu politik di Senegal dan Prancis. Presiden Senegal Macky Sall dalam cuitannya memberikan dukungan kepada Gueye. Hal senada juga disampaikan mantan Perdana Menteri Senegal, Abdoul Mbaye.

"Dia tidak homofobia. Dia tidak ingin citranya digunakan untuk mempromosikan homoseksualitas. Tinggalkan dia sendiri," tegas Mbaye.

Untuk diketahui, hubungan homoseksual dianggap sebagai kejahatan di Senegal dan dapat dihukum hingga lima tahun penjara.

TAGS : Idrissa Gueye LGBT Prancis PSG




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :