Selasa, 24/05/2022 22:03 WIB

Kementan Ajak Semua PihakTanggulangi Wabah PMK

Kementan Ajak Semua PihakTanggulangi Wabah PMK

Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) volume 17, yang mengangkat tema Jangan Panik dengan PMK.

JAKARTA, Jurnas.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung penuh upaya berjenjang yang dilakukan pemerintah daerah dalam menangani dan mengendalikan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan, khususnya sapi.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo berharap berbagai upaya mitigasi yang dilakukan pihaknya bersama pemerintah daerah dapat secara optimal menekan penyebaran PMK dan mengantar kembali Indonesia sebagai negara bebas PMK.

"Indonesia menjadi negara yang bebas PMK di Asia dari 1990, dan ternyata beberapa hari lalu kita harus berhadapan dengan PMK, tetapi dari hasil tes dan pemantauan dilapangan, disertai jumlah yang terinfeksi dengan tingkat kematiannya yang bisa dikatakan rendah, kita harapkan PMK kali ini berada pada level ringan," kata Mentan Syahrul. 

Dukungan yang diberikan Kementan tidak hanya sebatas pengerahan tim lapangan maupun obat-obatan. Mentan Syahrul juga memastikan pihaknya akan bekerja cepat meneliti dan menghasilkan vaksin PMK.

"Kami akan terus bekerja, kami lakukan langkah-langkah terpadu yang dapat meminalisir angka penyebaran, baik dengan isolasi, lockdown wilayah atau kandang, kita lakukan tracing, dan intervensi obat-obatan, dan secepatnya kami dapatkan serotype dari PMK ini dan kami dapat segera mungkin menghasilkan vaksinnya," kata Syahrul. 

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan, Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nuryamsi mengajak semua masyarakat agar tidak panik.

"Mari bersama-sama turun ke lapangan secara masif dan sinergi untuk menanggulangi PMK, Identifikasi ternak apakah ada gejala pada ternak, apabila ada lakukan isolasi mandiri agar ternak lain tidak tertular," ujar Dedi pada kegiatan Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) volume 17, yang mengangkat tema Jangan Panik dengan PMK.

Dedi juga mengajak petani dan peternak untuk memanfaatkan BPP Kostratani, yang salah satu fungsinya adalah sebagai pusat konsultasi agribisnis. BPP Kostratani dijadikan tempat konsultasi para peternak, tenaga kesehatan maupun pemda setempat tentang penangulangan PMK pada hewan ternak.

"Pencegahan PMK dilakukan dengan memberi pakan bagus dan vitamin bagi hewan ternak juga gunakan senyawa yang dapat membunuh virus di kandang dan sekitarnya," jelas Dedi.

Dedi mengatakan, untuk fokus ke penangulangan PMK diperlukan kerjasama antara pemerintah, peternak, pemda, tenaga kesehatan untuk penanggulangan PMK.

Narasumber MSPP, Kepala Pusat Balai Besar Penelitian Veteriner, Harimukti Nuradji mengatakan PMK disebabkan virus foot mouth Disease (FMDV), merupakan virus yang memiliki genom plus strand RNA.

PMK merupakan penyakit yang sangat menular pada hewan peka, membutuhkan usaha yang luar biasa extaordinary untuk pengendalianya,” ujar Harimukti Nuradji.

Harimukti Nuradji menambahkan bahwa PMK juga menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup tinggi. Penyakit ini menjadi eksotik di Indonesia sejak tahun 1990 dan muncul kembali tahun 2022.

Narasumber selanjutnya, Syamsul Ma`arif, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, menjelaskan rencana aksi yang akan dilakukan diantaranya memberikan multivitamin untuk penguat dan antibiotik untuk mencegak infeksi bakteri.

"Harus dilakukan pembatasan dan pengetatan lalu lintas ternak, pasar hewan dan rumah potong hewan serta masuknya ternak hidup diwilayah perbatasan negara belum bebas PMK," ujar Syamsul Ma’arif.

Pengaturan lalu lintas produk hewan harus mengikuti ketentuan lalu lintas produk hewan dengan rekomendasi pemasukan dan sertifikat veteriner.

“Produk hewan olahan yang telah mengalami perlakuan dalam proses pembuatannya atau pengolahannya sehingga mampu mematikan virus PMK, maka diperbolehkan dilalu lintaskan sesuai dengan persyaratan teknis,” tutup Syamsul Ma`arif.

TAGS : PMK Syahrul Yasin Limpo BPPSDMP Dedi Nursyamsi BPP Kostratani




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :