Selasa, 05/07/2022 12:39 WIB

HIPMI Canangkan Program Penggunaan Produk Dalam Negeri

Penggunaan 40 persen dari APBN, APBD maupun belanja dari BUMN bisa membuka lapangan kerja bagi 2 juta masyarakat Indonesia.

Logo HIPMI. (Foto: Ist)

Bali, Jurnas.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mendukung dan mendorong penggunaan produk dalam negeri sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencintai produk buatan dalam negeri.

Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Bagas Adhadirgha mengatakan, arahan Presiden Jokowi untuk mencintai produk buatan Indonesia harus dimaknai bahwa presiden beri peluang para pengusaha lokal agar berinovasi dalam meningkatkan daya saing produk di dalam negeri.

"Bapak Presiden menyampaikan bahwasannya anggaran pemerintah wajib 40 persen dibelanjakan untuk produk-produk dalam negeri. Tujuannya untuk menekan laju inflasi dan membuka lapangan kerja," ujar Bagas, dalam rangka Arahan Presiden Tentang Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia Kepada Menteri dan Kepala Daerah, di Grand Hyatt Bali, Jumat (25/3/2022).

Menurutnya, penggunaan 40 persen dari APBN, APBD maupun belanja dari BUMN bisa membuka lapangan kerja bagi 2 juta masyarakat Indonesia.

Dalam hal ini, peran serta HIPMI adalah meningkatkan jumlah pengusaha-pengusaha muda di Indonesia, sehingga produk-produknya bisa dimasukkan ke dalam e-katalog atau aplikasi belanja online yang disediakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk menyediakan berbagai macam produk yang dibutuhkan oleh pemerintah.

"Hal tersebut bisa diklik oleh BUMN-BUMN maupun pemerintah daerah (pemda) dan pemerintah pusat, sehingga semuanya menggunakan barang dari Indonesia. Bapak Presiden akan mengecek langsung setiap anggaran sampai ke level kabupaten, bahwasannya belanja negara itu dibelanjakan buat produk dalam negeri," ucapnya.

Jadi, kata Bagas, ke depan HIPMI akan menyuarakan kampanye penggunaan produk dalam negeri dengan membuat gerakan-gerakan cinta produk dalam negeri atau gerakan menggunakan produk dalam negeri.

Pemerintah saat ini sudah banyak mengeluarkan kebijakan yang sangat mendukung pemakaian produk dalam negeri.

HIPMI berharap, agar langkah ini bisa diterapkan juga oleh para produsen-produsen besar di Indonesia agar lebih mau secara ikhlas untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam produksinya dan tidak hanya pemerintah, tetapi pihak swasta juga harus memiliki rasa cinta produk buatan dalam negeri.

"Jangan sampai nanti malah langkah pemerintah yang sudah memprioritaskan penggunaan produk-produk dalam negeri dalam belanja negara ataupun BUMN, tetapi tidak dimanfaatkan para produsen besar tersebut karena tidak mau berupaya meningkatkan TKDN dalam proses produksinya," ungkapnya.

Acara "Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia" didahului dengan Business Matching belanja produk dalam negeri pada 22-24 Maret 2022 dengan hasil Businees Match mencapai Rp 85 triliun.

Berdasarkan hasil simulasi yang dilakukan oleh BPS, dampak pembelian produk dalam negeri senilai Rp 400 triliun dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 1,67 - 1,71 persen. Jika pertumbuhan ekonomi sebesar 3,69 persen pada 2021, maka dengan memaksimalkan penggunaan produk dalam negeri, ekonomi Indonesia dapat terdongkrak hingga 5,36 - 5,4 persen.

Acara ini dihadiri oleh 34 gubernur, 500 bupati dan walikota seluruh Indonesia beserta para menteri kabinet Indonesia Maju.

Selain itu, hadir juga Bendahara Umum BPP HIPMI Hilda Kusumadewi, Ketua Umum BPD HIPMI Bali Agus Pande Widura, Kompartemen Bidang OKK BPP HIPMI Syarif Alatas, dan Kadin Indonesia.

TAGS : HIPMI Bagas Adhadirgha Dalam Negeri Presiden APBN




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :