Jum'at, 01/07/2022 12:00 WIB

Dorong Transformasi Perpustakaan dan Pustakawan di Era Digital

Pustakawan dapat bekerja sama dengan guru untuk mengumpulkan dan membuat materi digital terbaru, kemudian menyebarluaskan materi digital tersebut melalui kanal-kanal yang dapat diakses oleh para siswa.

Penataan buku di Perpusnas (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Perpustakaan sekolah merupakan komponen penting dalam ekosistem sekolah. Sebab, perpustakaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam proses pengajaran dan pembelajaran.

Hal ini disampaikan oleh akademisi Universitas Indonesia (UI), Ari Nugraha, dalam webinar Forum Perpustakaan Sekolah/Madrasah Indonesia (FPSMI) bertajuk `Servant Leadership of School Librarian: Transformasi Perpustakaan Mewujudkan Ekosistem Digital Nasional` pada Kamis (17/3).

"Perpustakaan harus dapat menyediakan sumber daya informasi yang bukan hanya relevan tetapi juga valid untuk menunjang proses pengajaran dan pembelajaran," kata Ari.

Pada era digital, perpustakaan dan pustakawan seharusnya ikut bertransformasi. Pustakawan dapat bekerja sama dengan guru untuk mengumpulkan dan membuat materi digital terbaru, kemudian menyebarluaskan materi digital tersebut melalui kanal-kanal yang dapat diakses oleh para siswa.

Dia menambahkan, perpustakaan sekolah dapat berperan dalam membangun siswa menjadi talenta digital. Hal ini dapat terjadi ketika perpustakaan beradaptasi dan mentransformasikan layanannya dengan perkembangan internet.

"Kompetensi pustakawan sekolah pun perlu terus ditingkatkan, menyesuaikan dengan perkembangan perangkat lunak dan perangkat keras internet dan web," terang alumnus University of Tsukuba, Jepang tersebut.

Senada dengan Ari, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM), Rangga Almahendra mengatakan, dalam menjalankan tugasnya, pustakawan maupun tenaga perpustakaan tidak hanya sekadar bertugas menjaga buku. Tetapi sesungguhnya, pustakawan berperan dalam menyiapkan peradaban.

Dijelaskannya, servant leadership merupakan kepemimpinan yang melayani dengan mengedepankan pemenuhan kebutuhan orang lain (pemustaka), membantu mereka tumbuh, dan memberikan peluang untuk terus berinovasi.

"Baik kepala perpustakaan sekolah/madrasah atau pustakawan hendaknya mendahulukan atau melakukan gaya kepemimpinan yang melayani, yakni mampu memberikan pengaruh kepada user-nya untuk sama-sama berprestasi, yang paling penting melayani secara tulus kepada pemustaka," kata penulis novel Hanum & Rangga serta 99 Cahaya di Langit Eropa.

Dia menambahkan, kualitas yang harus dimiliki dalam kepemimpinan yaitu banyak mendengar, memiliki empati, bertindak dengan sengaja, dan mendedikasikan waktu untuk orang lain.

Koordinator Bidang Tata Kelola Direktorat SMA Kemdikbudristek, Winner Jihad Akbar, menyampaikan saat ini, Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dapat digunakan untuk pengembangan perpustakaan sekolah.

Hal ini sesuai dengan Permendikbudristek Nomor 2 Tahun 2022. Kebijakan tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM).

"Literasi menjadi bagian penting untuk meningkatkan SDM. Salah satu dukungan yang diberikan oleh pemerintah yakni melalui dana BOS yang dapat digunakan untuk pengembangan perpustakaan," ungkapnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Deni Kurniadi, menuturkan permasalahan yang terjadi dalam pembinaan dan pengembangan perpustakaan sekolah/madrasah.

Di antaranya rendahnya jumlah perpustakaan sekolah/madrasah yang terakreditasi dan jumlah pustakawan yang kurang mencukupi.

"Rendahnya jumlah perpustakaan, yang sesuai SNP (terakreditasi). Untuk jumlah perpustakaan sekolah/madrasah yang terakreditasi dari tahun 2011—2021, sebanyak 11.398 perpustakaan, atau sebesar 6,92 persen dari jumlah nasional perpustakaan sekolah/madrasah," terang dia.

Oleh karena itu, tambah Deni, Perpusnas mengambil kebijakan pembinaan perpustakaan dengan pengembangan SDM perpustakaan, khususnya pengembangan pola karier pustakawan. Agar perpustakaan sekolah/madrasah dapat berjalan dengan semestinya, setiap stakeholder harus mengambil peran dalam membina dan mengembangkan perpustakaan untuk kesejahteraan bersama.

"Hal ini merupakan tugas kita bersama dikerjakan secara bersama. Saya yakin ke depannya, perpustakaan akan menjadi pusat peradaban masyarakat Indonesia yang berbudaya literasi dan masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera," tutup dia.

TAGS : Perpustakaan Nasional Perpusnas Pustakawan Era Digital Transformasi




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :