Kamis, 19/05/2022 00:18 WIB

Konferensi Penjaga Perdamaian PBB Batal Digelar Luring

Padahal, konferensi yang rencananya dilaksanakan minggu depan itu diharapkan menarik lebih dari 700 orang dari 155 negara ke Seoul.

Pasukan penjaga perdamaian PBB (Foto: Reuters)

Seoul, Jurnas.com - Konferensi penjaga perdamaian PBB yang awalnya bakal digelar secara luring (offline), kini beralih daring (online), di tengah kekhawatiran dunia atas penyebaran Covid-19 varian Omicron.

Padahal, konferensi yang rencananya dilaksanakan minggu depan itu diharapkan menarik lebih dari 700 orang dari 155 negara ke Seoul.

Pertemuan tingkat menteri yang ditetapkan pada 7 dan 8 Desember, yang bertujuan untuk meningkatkan kerja sama dengan tujuan memperkuat fasilitas dan teknologi medis, diharapkan menjadi acara pertama di Seoul sejak dimulainya pandemi Covid-19.

"Banyak negara memperketat pembatasan perjalanan," kata pejabat kementerian luar negeri Seoul kepada wartawan dikutip dari Reuters pada Rabu (1/12).

"Kami telah berbicara dengan badan-badan PBB, Uni Afrika dan negara-negara lain, dan memutuskan untuk mengadakan pertemuan secara online," sambung dia.

Penjaga perdamaian PBB sebagian besar berada di Afrika dan Timur Tengah, sementara beberapa negara yang menjadi ketua bersama konferensi tersebut, seperti Inggris, Kanada, Belanda, dan Amerika Serikat, telah melaporkan infeksi Omicron.

Meskipun Korea Selatan tidak memiliki infeksi Omicron, Korea Selatan telah menekan kedatangan dari delapan negara termasuk Afrika Selatan, tempat varian pertama kali diidentifikasi.

Di tengah meningkatnya ancaman terhadap pasukan penjaga perdamaian di beberapa wilayah yang dilanda konflik, Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut konferensi itu sebagai pertemuan tingkat tinggi pertama sejak pandemi.

TAGS : Konferensi Penjaga Perdamaian Peacekeeper PBB Korea Selatan




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :